Seluruh jemaah haji asal Indonesia dilaporkan telah berhasil bergeser ke Mina dan area Muzdalifah kini dinyatakan steril pada Rabu (27/5/2026). Informasi perkembangan terbaru terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah ini disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Republik Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Fase krusial di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sejauh ini dilaporkan berjalan tertib. Mobilisasi jemaah dari satu titik ke titik berikutnya berlangsung lancar berdasarkan data resmi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pergerakan massal tersebut terealisasi sesuai dengan rencana operasional yang telah disusun sebelumnya.
"Alhamdulillah rangkaian puncak ibadah haji saat ini sedang berlangsung dengan lancar, tertib, dan terkendali. Setelah seluruh jemaah melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah, pergerakan menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional yang telah ditetapkan," ujar Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Pemberangkatan terakhir dari Arafah menuju Muzdalifah tercatat rampung pada dini hari. Maria menambahkan bahwa sterilisasi kawasan Muzdalifah sudah terpenuhi sejak pagi hari.
"Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju ke Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Selanjutnya, untuk proses pergerakan dari Muzdalifah menuju ke Mina Alhamdulillah telah selesai pada pukul 07.00 pagi Waktu Arab Saudi, dan pada waktu tersebut area Muzdalifah telah dinyatakan steril," jelas Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Kondisi ini menandai dimulainya fase wajib haji berikutnya. Para jemaah kini bersiap menetap sementara di Mina untuk melaksanakan mabit beserta lontar jumrah.
"Dengan demikian, seluruh jemaah haji Indonesia telah berhasil diberangkatkan dan kini berada di Mina untuk melanjutkan rangkaian rukun dan wajib haji berikutnya, yaitu mabit di Mina serta pelaksanaan lontar jumrah," tutur Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.
Kelancaran perpindahan jemaah dinilai sebagai hasil dari koordinasi matang lintas sektor dan otoritas Arab Saudi. Kemenhaj juga menyoroti kepatuhan para jemaah sebagai faktor penentu keberhasilan ini.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan Bapak-Ibu sekalian, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan dari Arafah, Muzdalifah, hingga ke Mina," kata Maria Assegaff, Juru Bicara Kemenhaj.