Petugas Medis Imbau Jemaah Haji Bawa Obat Pribadi ke Armuzna

Petugas Medis Imbau Jemaah Haji Bawa Obat Pribadi ke Armuzna
Foto: Ilustrasi Petugas Medis Imbau Jemaah Haji Bawa Obat Pribadi ke Armuzna.

Jemaah haji diminta untuk membawa obat-obatan pribadi di dalam tas ransel masing-masing saat menjalani prosesi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah antisipasi ini diperlukan karena faktor kepadatan jemaah dan jarak pos kesehatan yang cukup jauh di lokasi pelaksanaan, sebagaimana dilansir dari Cahaya pada Rabu (20/5/2026).

Imbauan mengenai kepemilikan kotak P3K mandiri di dalam tas kecil jemaah ini disampaikan oleh pihak medis demi menjaga kondisi fisik para jemaah selama fase krusial tersebut. Saat memasuki Armuzna, koper besar milik jemaah akan ditinggalkan di hotel dan mereka hanya diperbolehkan membawa satu tas ransel.

Dokter pada Daerah Kerja (Daker) Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi, menjelaskan bahwa keberadaan obat-obatan mandiri ini sangat penting untuk penanganan awal.

"Tujuannya agar keluhan ringan bisa langsung ditangani sendiri secara cepat sebelum menjadi berat," kata Fathi saat ditemui di Bandara Jeddah, Arab Saudi, Rabu (20/5/2026).

Sejumlah obat yang disarankan untuk dibawa antara lain oralit sebanyak 5 hingga 10 sachet untuk mengatasi dehidrasi akibat cuaca panas, obat maag, obat diare, plester luka, minyak kayu putih, serta pasokan obat rutin pribadi selama 5 sampai 6 hari. Jemaah juga dianjurkan membawa pelembab tanpa parfum untuk mencegah lecet di kulit akibat berjalan jauh.

"Ini ampuh mencegah lecet yang bisa membuat jemaah sulit berjalan ke Jamarat," katanya.

Selain pelembab, penggunaan obat pereda nyeri seperti parasetamol juga direkomendasikan karena dinilai aman bagi lambung serta jantung untuk mengatasi pusing atau pegal.

"Minum Paracetamol untuk meredakan sakit kepala, demam, dan pegal linu setelah berjalan jauh. Hubungi petugas medis jika keluhan belum membaik," ujar Fathi.

Komponen pelengkap lain yang wajib dimasukkan ke dalam tas ransel adalah botol semprot air untuk meredakan suhu kulit yang terpapar sinar matahari secara instan. Jemaah disarankan memasukkan seluruh obat tersebut ke dalam plastik bening agar terhindar dari air dan mudah ditemukan.

"Apalagi riskliko terpapar matahari selama fase Armuzna sangat tinggi," katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi