Jutaan jemaah haji dari seluruh dunia, termasuk jemaah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melaksanakan prosesi lontar jumrah aqabah di Mina, Arab Saudi, pada Rabu (27/5).
Prosesi ini dilakukan dengan melempar tujuh batu kerikil ke tiang jamrah setelah para jemaah menyelesaikan tahapan wukuf di Arafah pada Selasa (26/5).
Dilansir dari Media Indonesia, kondisi cuaca ekstrem dengan suhu udara yang mencapai lebih dari 43 derajat Celsius menjadi tantangan berat bagi para jemaah. Durasi perjalanan kaki yang memakan waktu sekitar dua jam dari Arafah menuju Mina membuat sejumlah jemaah lanjut usia (lansia) tidak mampu melanjutkan perjalanan fisik.
Kondisi kesehatan ini memaksa sebagian jemaah lansia untuk tetap berada di tenda penampungan, sementara pemenuhan rukun haji mereka digantikan melalui jalur perwakilan.
ÔÇ£Bagi jemaah haji lansia dan tidak kuat berjalan, mereka tetap berada di tenda di Arfah dan mereka diwakilkan atau dibadal oleh kerabat atau petugas yang melakukan perjalanan,ÔÇØ ujar Petugas Haji Daerah (PHD) Umum Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni.
Sebelum menuju Mina, Azmi Asmuni menjelaskan bahwa pergerakan jemaah terlebih dahulu diarahkan ke Muzdalifah untuk melaksanakan mabi atau bermalam. Di lokasi tersebut, jemaah mengumpulkan batu-batu kerikil yang diperlukan untuk ritual pelemparan.
ÔÇ£Jemaah melaksanakan lontar jumrah aqabah di Mina, dengan melempar tujuh batu kerikil ke arah tiang jamrah. Ini merupakan simbol perlawanan terhadap godaan setan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS saat menghadapi ujian keimanan,ÔÇØ terang Azmi Asmuni.
Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan tahalul awal, yaitu pemotongan sebagian rambut kepala jemaah setelah menyelesaikan lontar jamrah.
ÔÇ£Tahapan ini menandai sebagian larangan ihram telah gugur, kecuali larangan berhubungan suami istri dan akad nikah,ÔÇØ pungkas Azmi Asmuni.
Pada musim haji 2026 ini, total jemaah haji yang diberangkatkan dari Kabupaten Brebes tercatat mencapai 1.295 orang. Jumlah kuota tersebut menunjukkan adanya kenaikan signifikan sebanyak 236 orang jika dibandingkan dengan total jemaah pada musim haji tahun sebelumnya.