Titik Nurhayati, jemaah haji asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dipastikan akan tetap melanjutkan perjalanan ibadah haji tahun ini. Keputusan ini diambil setelah suaminya, Sutrisno Agus Widodo, meninggal dunia saat sedang transit di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Medan.
Seperti dikutip dari Cahaya, Titik sebelumnya memilih untuk membatalkan kelanjutan penerbangannya menuju Jeddah demi mengiringi pemulangan jenazah sang suami ke kampung halaman. Sutrisno merupakan anggota Kloter 46 SOC yang berasal dari Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo.
Pemerintah melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora memberikan fleksibilitas penuh bagi Titik terkait rencana keberangkatannya. Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Blora, Ali Muchyidin, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan yang bersangkutan.
Pihak Kemenag memberikan kelonggaran kepada Titik untuk menentukan apakah ingin menunda ibadah hingga tahun depan atau tetap berangkat pada musim haji kali ini. Penegasan ini diberikan sebagai bentuk empati atas ujian yang dihadapi jemaah tersebut di tengah perjalanan ibadah.
"Karena kemarin istrinya juga ikut mengiringi jenazah sampai rumah di Blora, tetap nanti kami berusaha mendekati istrinya, diberi kelonggaran, ingin menunda tahun depan atau akan berangkat tetap berangkat tahun ini," tutur Ali Muchyidin.
Ali menambahkan, jika Titik memutuskan berangkat tahun ini, pemerintah siap memfasilitasi seluruh proses administrasi dan teknisnya. Termasuk di antaranya adalah penyediaan kursi pada penerbangan kloter berikutnya yang masih tersedia.
"Kalau berangkat tahun ini kita persilakan. Maka kemarin kami sudah komunikasi dengan yang bersangkutan. Ketika menghendaki untuk berangkat tetap nanti kita siapkan seat di pesawat," kata Ali.
Jadwal Keberangkatan Baru dan Mekanisme Badal Haji
Berdasarkan koordinasi terbaru, Titik Nurhayati dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada 18 Mei 2026. Ia tidak lagi berada di kelompok terbang asalnya, melainkan akan bergabung dengan jemaah yang tergabung dalam Kloter 78.
Sementara itu, hak ibadah bagi almarhum Sutrisno Agus Widodo tetap dijamin oleh pemerintah. Rangkaian ibadah haji almarhum akan dituntaskan melalui mekanisme badal haji, di mana petugas haji akan mewakili pelaksanaan rukun-rukun haji atas nama almarhum.
"Selain dapat badal haji, keluarga almarhum juga dapat asuransi sesuai jumlah yg dibayarkan jamaah," ujar Ali menjelaskan hak-hak yang diterima keluarga.
Sutrisno Agus Widodo dilaporkan mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 8 Mei 2026, sekitar pukul 11.42 WIB saat dalam perjalanan menuju Tanah Suci. Jenazah almarhum telah tiba di Blora dan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Sabtu, 9 Mei 2026.