Jemaah Haji Aceh Mulai Padati Mekah Jelang Puncak Armuzna

Jemaah Haji Aceh Mulai Padati Mekah Jelang Puncak Armuzna
Foto: Ilustrasi Jemaah Haji Aceh Mulai Padati Mekah Jelang Puncak Armuzna.

Gelombang kedatangan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia membuat kawasan Kota Mekah kini semakin padat. Dilansir dari Media Indonesia, sekitar 4.323 jemaah haji asal embarkasi Aceh dilaporkan telah berada di Mekah untuk menanti puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pergerakan jemaah asal Serambi Mekah ini berlangsung bertahap sejak pemberangkatan kloter pertama pada Rabu, 6 Mei 2026. Proses kedatangan fase ini terus berjalan hingga kloter 11 mendarat di Jeddah pada Minggu, 18 Mei 2026, sekitar pukul 02.25 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kepadatan saat ini berpusat di sekitar Masjidil Haram karena jemaah dari berbagai negara terus mengalir masuk. Jemaah haji Indonesia gelombang pertama yang sebelumnya menyelesaikan ibadah di Madinah juga terpantau sudah mulai bergeser ke Mekah.

"Mekah semakin padat. Jelang Armuzna, kondisi kota suci Mekah semakin dipenuhi para zuyufurrahman yang datang dari berbagai penjuru dunia. Jemaah Indonesia gelombang pertama yang selama ini berada di Madinah juga sudah mulai memasuki Kota Mekah," tutur Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh, Abdullah AR.

Abdullah menambahkan bahwa lonjakan volume jemaah membuat situasi di area umrah dan ibadah sunah memuncak. Kondisi di dalam Masjidil Haram bahkan sudah penuh sebelum azan berkumandang, sehingga jemaah harus berjuang ekstra untuk masuk.

"Sebelum waktu salat pun Masjidil Haram sudah penuh. Jemaah membludak setiap waktu," kata Abdullah.

Dampak dari kepadatan ini juga meluas hingga ke luar area utama ibadah. Masjid-masjid di seluruh kota Mekah, terutama yang berada di sekitar pemukiman dan hotel tempat menginap jemaah, kini dipenuhi oleh saf salat.

"Kepadatan bukan hanya terlihat di Masjidil haram tapi juga memadati masjid-masjid yang ada di seluruh kota, terutama di area penempatan jamaah," tambah Abdullah.

Dari total data keseluruhan, embarkasi BTJ (Aceh) menjadwalkan keberangkatan sebanyak 5.502 jemaah yang terbagi ke dalam 14 kloter. Saat ini, 11 kloter di antaranya sudah menetap di Arab Saudi, sedangkan 3 kloter tersisa dijadwalkan menyusul hingga Rabu, 20 Mei 2026.

Secara nasional, total kuota jemaah haji Indonesia untuk tahun 2026 menyentuh angka 221.000 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus, di mana sekitar 160.000 jemaah di antaranya sudah merapat di Arab Saudi pada pertengahan Mei 2026.

Menjelang pelaksanaan puncak haji pada 9 Zulhijah atau 26 Mei 2026, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan infrastruktur di Armuzna. Hingga pertengahan Mei, kesiapan fasilitas fisik di area Arafah, Muzdalifah, dan Mina dilaporkan telah melampaui angka 90 persen.

Untuk mendukung fisik jemaah selama fase krusial tersebut, pihak otoritas telah menyiapkan pasokan logistik berupa 15 porsi makanan siap santap (RTE). Sajian makanan ini dipastikan menggunakan menu dengan cita rasa khas Nusantara, salah satunya adalah rendang.

Langkah pengetatan juga diberlakukan oleh Kemenhaj demi menjaga stamina para jemaah sebelum puncak ritual haji dimulai. Otoritas mengeluarkan larangan resmi bagi seluruh jemaah Indonesia untuk melakukan aktivitas ziarah maupun city tour di luar program ibadah sebelum fase Armuzna selesai.

Pengamanan Khusus dan Skema Pergerakan

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengantisipasi kerawanan kepadatan dengan membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina. Tim ini bertugas untuk mengoptimalkan perlindungan, mengawal pergerakan, serta memberikan pembinaan langsung kepada jemaah selama berada di tenda maktab.

Selain pengamanan di lokasi, PPIH juga mematangkan skema murur atau melintas tanpa turun di Muzdalifah bagi kelompok jemaah dengan risiko tinggi dan lansia. Sebagai penanda visual bagi para jemaah, sistem tata cahaya di Menara Jam Mekah juga telah memancarkan sinar hijau yang menjadi simbol resmi otoritas setempat terkait pergantian bulan Hijriah serta dekatnya puncak haji.

Artikel terkait

Rekomendasi