Para jemaah haji asal Aceh dan Indonesia secara umum diimbau untuk menjaga stamina dan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunah yang menguras fisik menjelang puncak haji di Arab Saudi, Sabtu (16/5).
Langkah antisipasi tersebut perlu dilakukan karena cuaca ekstrem dengan suhu udara mencapai 44 derajat Celsius sedang melanda Arab Saudi pada musim haji tahun ini, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Suhu menyengat tersebut berpotensi memicu kelelahan ekstrem dan menguras energi secara luar biasa, sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan jemaah saat menghadapi rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh, Abdullah AR, mengingatkan para jemaah, khususnya lansia dan yang memiliki risiko kesehatan, untuk mengutamakan kebugaran fisik mereka.
"Suhu cuaca yang mencapai 44 derajat celsius cukup menguras energi siapa saja. Para jemaah, terutama yang kondisi fisiknya tidak mengizinkan, diimbau tidak memaksakan diri pergi ke Masjidil Haram untuk ibadah sunah," ujar Abdullah AR, Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh.
Demi mengumpulkan energi menjelang prosesi wukuf dan rangkaian wajib haji lainnya, Abdullah menyarankan jemaah untuk melaksanakan salat sunah berjemaah di penginapan atau masjid terdekat dari hotel.
Penundaan umrah sunah juga dianjurkan bagi jemaah yang mengambil Haji Tamattu' dan telah menyelesaikan umrah wajib hingga seluruh rangkaian rukun serta wajib haji selesai.
Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie tersebut menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mencapai kesempurnaan rukun haji dalam kondisi fisik yang prima, sementara ibadah sunah bisa diperbanyak setelah puncak haji.
"Sekarang kumpulkan dulu energi untuk mencapai kesempurnaan puncak haji di hari Arafah. Setelah rangkaian di Armuzna berakhir, silakan mengejar ibadah sunah lainnya asalkan fisik mengizinkan," jelas Abdullah AR, Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh.
Melalui manajemen aktivitas yang baik, jemaah haji tahun ini diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.
"Semoga jemaah kali ini mendapat haji mabrur sekaligus makbul, mengikuti napak tilas para rasul," pungkas Abdullah AR, Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh.
Beberapa anjuran lain untuk menjaga kondisi jemaah di antaranya menghindari paparan sinar matahari langsung di siang hari serta memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi akibat suhu tinggi.