Rombongan perdana jemaah haji musim 1447 H/2026 M mulai memasuki kawasan Masjidil Haram, Makkah, pada Minggu (19/4/2026) secara bertahap. Kedatangan ini menandai dimulainya fase penyambutan tamu Allah setelah sebelumnya area tersebut dipadati oleh jemaah umrah dari berbagai penjuru dunia.
Dilansir dari Detikcom, Pemerintah Arab Saudi telah menerima kedatangan jemaah internasional pertama pada Sabtu (18/4/2026) kemarin melalui bandara di Jeddah dan Madinah. Jemaah tersebut berasal dari sejumlah negara di antaranya Pakistan, Bangladesh, Malaysia, dan Turki.
Petugas haji dari Indonesia dilaporkan telah tiba di Makkah pada hari yang sama setelah menempuh perjalanan darat selama 2,5 jam dari Jeddah. Durasi perjalanan tersebut dipengaruhi oleh pengetatan pemeriksaan dokumen di pos masuk Tanah Suci yang menyebabkan kepadatan arus lalu lintas.
Kondisi suhu di sekitar Masjidil Haram terpantau fluktuatif, di mana pada pagi hari suhu berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius. Namun, suhu melonjak tajam saat siang hari hingga mencapai angka 39 derajat Celsius berdasarkan pantauan siaran langsung Otoritas Penyiaran Saudi.
Pusat Meteorologi Nasional (NCM) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat. Fenomena ini diprediksi dapat memicu banjir bandang dan hujan es di wilayah Makkah, Madinah, Riyadh, serta beberapa area perbatasan lainnya.
NCM secara khusus menetapkan status peringatan merah untuk wilayah Madinah yang diperkirakan berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 20.00 waktu setempat. Otoritas setempat mengimbau seluruh masyarakat dan jemaah untuk menghindari daerah lembah serta mengikuti pedoman keselamatan guna mengantisipasi banjir.