PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui anak usahanya, PT Jasamarga Jogja Bawen, mempercepat pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen menyusul perolehan fasilitas kredit sindikasi senilai Rp17,92 triliun pada Maret 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek infrastruktur dengan total investasi mencapai Rp25,61 triliun.
Kepastian permodalan ini menjadi dasar bagi perseroan untuk terus memacu progres fisik di lapangan, sebagaimana dilansir dari Ekonomi pada Kamis (30/4/2026). Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dirancang sepanjang 75,12 kilometer guna memperkuat konektivitas di kawasan Yogyakarta, Solo, dan Semarang.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa struktur pembiayaan jumbo ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam ekspansi proyek-proyek strategis nasional secara berkelanjutan.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan ekspansi sekaligus memperkuat struktur pembiayaan proyek," ujar Rivan dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Pihak manajemen juga memberikan penekanan bahwa aspek operasional dalam pembangunan jalan bebas hambatan ini tetap memprioritaskan standar pelayanan dan keamanan bagi masyarakat pengguna jalan di masa mendatang.
"Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam menjaga keberlanjutan ekspansi sekaligus memperkuat struktur pembiayaan proyek," ujar Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga.
Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, proyek ini terbagi menjadi enam seksi pembangunan. Hingga 31 Maret 2026, Seksi 1 rute Yogyakarta-SS Banyurejo mencatatkan progres konstruksi sebesar 89,80%, sedangkan Seksi 6 rute SS Ambarawa-JC Bawen telah menyentuh 96,02%.
Sejumlah seksi lainnya saat ini masih berada dalam tahap pembebasan lahan dengan capaian beragam, mulai dari 92,42% pada Seksi 2 hingga 26,61% pada Seksi 5. Rincian lengkap progres dan jarak masing-masing seksi dapat dilihat pada data berikut.
| Seksi | Rute | Panjang (km) | Progres Konstruksi/Lahan |
|---|---|---|---|
| Seksi 1 | Yogyakarta - SS Banyurejo | 8,8 km | 89,80% (Konstruksi) |
| Seksi 2 | SS Banyurejo - SS Borobudur | 15,2 km | 92,42% (Lahan) |
| Seksi 3 | SS Borobudur - SS Magelang | 8,10 km | 81,34% (Lahan) |
| Seksi 4 | SS Magelang - SS Temanggung | 16,65 km | 68,22% (Lahan) |
| Seksi 5 | SS Temanggung - SS Ambarawa | 21,39 km | 26,61% (Lahan) |
| Seksi 6 | SS Ambarawa - JC Bawen | 4,98 km | 96,02% (Konstruksi) |