Layanan jasa antar berbasis non-aplikasi terus menunjukkan eksistensinya di tengah dominasi platform digital. Berangkat dari skema sederhana berbasis media sosial, layanan ini justru menemukan ceruk pasar tersendiri. Salah satunya Pasmingskuy di Pasar Minggu yang hadir mengisi celah bagi para pelanggan yang sering kali kesulitan mendapatkan driver atau sekadar ingin jajan di warung pinggir jalan. Di saat hampir semua kebutuhan hidup bisa diselesaikan melalui aplikasi, layanan jastip berbasis pesan instan seperti Pasmingskuy tetap memiliki tempat istimewa di masyarakat lokal.
Kehangatan Sosial dalam Transaksi Ekonomi
Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rakhmat Hidayat, melihat bahwa fenomena ini menarik karena tidak semua praktik ekonomi harus tunduk pada logika modernisasi digital. Menurut dia, dalam sosiologi ekonomi, sebuah transaksi tidak hanya soal biaya, tetapi juga soal hubungan antarmanusia. Ia menjelaskan, meskipun teknologi terus berkembang, praktik ekonomi tetap dipengaruhi oleh aspek sosial yang tidak bisa dihilangkan. Kedekatan komunikasi dan interaksi langsung menjadi nilai tambah tersendiri bagi layanan non-aplikasi.