Jalan Raya Kali CBL Bekasi Ambles Parah Akibat Longsor Berulang

Jalan Raya Kali CBL Bekasi Ambles Parah Akibat Longsor Berulang
Foto: Ilustrasi Jalan Raya Kali CBL Bekasi Ambles Parah Akibat Longsor Berulang.

Kerusakan parah kembali melanda Jalan Raya Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang berlokasi di Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ruas jalan tersebut dilaporkan mengalami tanah longsor pada sejumlah titik yang memicu amblasnya struktur beton.

Seperti dilansir dari Megapolitan, pemantauan di lokasi menunjukkan minimal terdapat tiga titik longsor yang tersebar di sepanjang 12 kilometer jalur tersebut. Proses kerusakan pada infrastruktur jalan ini dilaporkan terjadi secara bertahap sejak Maret 2026.

Dampak dari tanah amblas ini membuat badan jalan menyusut drastis dan hanya menyisakan lintasan sempit. Jalur tersebut kini hanya dapat dilewati oleh satu sepeda motor secara bergantian, sementara kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas.

Struktur beton jalan di area tersebut tampak mengalami retak-retak dan amles ke arah aliran sungai. Guna mencegah pengendara terperosok ke dalam lubang amblas, warga setempat berinisiatif menaruh ban bekas serta batangan kayu sebagai rambu darurat.

Seorang warga lokal bernama Anen (47) menjelaskan bahwa peristiwa kelongsoran yang paling baru terjadi pada siang hari. Dampak dari amblasnya tanah membuat warga harus bersiaga mengatur arus kendaraan demi menghindari kecelakaan lalu lintas.

"Kalau di titik ini, amblesnya baru jam 12.00 WIB kemarin. Sebelumnya pernah longsor seperti ini juga. Penyebabnya karena aliran air di kali atas sudah mentok, jadi airnya merembes ke sini," ujar Anen saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (21/5/2026).

Menurut penuturan Anen, karakteristik tanah di sepanjang pinggiran Kali CBL tergolong sangat labil sehingga rawan memicu longsor. Pengikisan yang berlangsung lama menyebabkan rongga kosong di bawah permukaan jalan hingga akhirnya ambruk.

"Di sini bekas longsor, di sana juga longsor. Ini karena tanahnya enggak kokoh, istilahnya labil, jadi ambruk sendiri. Untung pas kejadian enggak ada mobil lewat," kata dia.

"Kalau enggak dijagain malah enggak bisa lewat karena saling serobot. Kalau mobil memang sudah enggak bisa lewat sama sekali," ujar Anen.

Anen mengekspresikan kerisauannya terkait potensi kecelakaan yang membayangi para pengguna jalan, khususnya bagi mereka yang jarang melintasi rute tersebut karena minimnya fasilitas penerangan di sekitar lokasi.

"Apalagi kalau yang jarang lewat sini pasti kaget jalannya longsor. Di sini penerangannya juga kurang," katanya.

Dimensi Kerusakan Jalan

Area jalan yang mengalami amblas ini mengalami penyusutan ruang gerak yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan ukuran awalnya sebelum terjadi bencana.

Menurut Anen, lebar jalan di lokasi awalnya sekitar enam meter. Namun akibat longsor, jalur yang masih bisa dilalui kini hanya sekitar 1,5 meter dengan panjang kerusakan mencapai sekitar 25 meter.

Upaya pemulihan darurat sejatinya pernah dilakukan pada dua titik longsor lainnya dengan memanfaatkan urukan batu serta tanah. Kendati demikian, struktur jalan tersebut kembali turun dan rusak dalam tempo yang relatif cepat.

Keluhan serupa turut diutarakan oleh Sada (42), seorang pengendara roda empat yang rutin melintasi jalur Kali CBL. Ia menyatakan mobilitas hariannya menjadi sangat terhambat akibat permukaan jalan yang tidak lagi rata.

"Kalau enggak pelan-pelan bawa motornya bisa oleng. Jalannya enggak rata begini. Jadi mengganggu banget," ujar Sada.

"Pokoknya biar segera diperbaiki aja jalannya. Kalau bisa secara permanen diperbaikinya, biar enggak longsor terus," kata dia.

Pihak jurnalis telah mencoba meminta konfirmasi kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Namun, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan oleh kedua pejabat tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi