PT Pelni menyiapkan sedikitnya lima jadwal keberangkatan armada kapal laut untuk melayani penumpang rute Makassar menuju Jayapura sepanjang Mei 2026. Penyiapan armada ini bertujuan mengantisipasi lonjakan arus penumpang antar pulau yang diprediksi akan kembali ramai pada periode tersebut.
Kesiapan operasional pelayaran ini dilakukan dengan mengerahkan beberapa kapal yang akan berlayar secara bergantian. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Info, kapal laut tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena biaya perjalanan yang relatif lebih terjangkau untuk jarak jauh.
Dua armada, yakni KM Sinabung dan KM Ciremai, dijadwalkan membuka pelayaran pada 5 Mei 2026. Tiga hari setelah keberangkatan perdana tersebut, KM Gunung Dempo akan menyusul untuk meramaikan layanan transportasi menuju Papua tersebut.
Memasuki pekan kedua, KM Ciremai kembali dijadwalkan bertolak dari Makassar pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 17.00. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Jayapura pada Minggu, 24 Mei 2026 pukul 04.00 setelah menempuh perjalanan selama 4 hari 11 jam.
Selain armada tersebut, KM Dorolonda dan KM Dobonsolo juga dikerahkan untuk memperkuat layanan rute Makassar ke Jayapura. KM Gunung Dempo tercatat akan kembali melayani penumpang pada empat hari setelah jadwal keberangkatan kedua KM Ciremai.
Mayoritas kapal yang dioperasikan Pelni pada rute ini memiliki kapasitas untuk melayani dua kali pelayaran dalam satu bulan. Namun, terdapat pengecualian untuk KM Dorolonda yang biasanya hanya dijadwalkan melayani satu kali pelayaran saja.
| Nama Kapal | Jadwal Keberangkatan | Waktu Tiba | Harga Tiket |
|---|---|---|---|
| KM Sinabung | 5 Mei 2026 | - | - |
| KM Ciremai | 5 Mei 2026 | - | - |
| KM Gunung Dempo | 8 Mei 2026 | - | - |
| KM Ciremai | 19 Mei 2026, 17.00 | 24 Mei 2026, 04.00 | Rp966.500 |
| KM Gunung Dempo | 23 Mei 2026 | - | - |
Harga tiket untuk perjalanan kelas ekonomi pada rute ini ditetapkan sebesar Rp966.500. Hingga saat ini, pihak operator terus memastikan seluruh armada berada dalam kondisi siap layar guna menjaga kelancaran konektivitas antar wilayah di Indonesia Timur.