Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah Kemendikbudristek, Iwan Syahril, memberikan kesaksian mengenai pengadaan laptop Chromebook pada sidang kasus dugaan korupsi yang menyeret Nadiem Makarim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
Dilansir dari Nasional, Iwan menjelaskan bahwa perangkat tersebut pada awalnya dirancang agar tetap bisa berfungsi secara optimal meskipun berada di wilayah dengan akses internet yang minim.
"Walaupun kondisi internetnya naik turun, mereka tetap dapat mengakses karena di desain sedemikian luas sehingga cukup ringan untuk kondisi-kondisi yang sulit," kata Iwan Syahril, Mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.
Kesaksian ini diberikan untuk mendalami pengembangan platform digital pendidikan bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Iwan menyebut spesifikasi teknis disesuaikan untuk mendukung jaringan rendah seperti 2G atau 3G di daerah terpencil.
Saksi juga mengaku telah melakukan verifikasi lapangan secara langsung di berbagai wilayah pelosok. Peninjauan tersebut mencakup wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua guna melihat implementasi nyata program tersebut.
Pemerintah kemudian melakukan sensus pemanfaatan program pada tahun 2023 untuk memantau keberadaan perangkat dan aplikasi di sekolah. Laporan akhir pada November 2023 menunjukkan sejumlah masalah teknis dan operasional di lapangan.
"Karena untuk menggunakan produk itu untuk sekolah-sekolah mereka harus ada akun khususnya. Sehingga bisa dideteksi ini siapa yang pakai," jelas Iwan Syahril.
Temuan sensus mengungkap adanya kasus perangkat yang hilang, mengalami kerusakan, hingga persoalan duplikasi nomor seri antar sekolah. Selain itu, dilaporkan masih banyak sekolah yang belum menggunakan perangkat tersebut secara maksimal untuk kegiatan belajar mengajar.
Guna mengatasi temuan tersebut, Kemendikbudristek menerapkan berbagai intervensi mulai dari pendampingan sekolah hingga penyediaan solusi awan pintar bagi sekolah dengan koneksi internet terbatas.
ÔÇ£Kami bukan hanya data, tetapi tindak lanjut agar pemanfaatannya maksimal, terutama untuk pembelajaran,ÔÇØ tegas Iwan Syahril.
Evaluasi pemerintah juga mengklasifikasikan sekolah berdasarkan tingkat penggunaan platform pendidikan digital. Intervensi lanjutan difokuskan khusus pada sekolah-sekolah yang tercatat masuk dalam kategori pemanfaatan rendah.
"CDM membantu untuk mengidentifikasi. Sehingga tim itu tahu verifikasi tentunya dengan ini kan. Datanya langsung ikut dari satuan pendidikan dan provinsi dengan dinas," jelas Iwan Syahril.
Proses identifikasi dan perbaikan teknis tersebut melibatkan sistem Chrome Device Management (CDM). Sistem ini memungkinkan tim pusat melakukan verifikasi data yang terintegrasi langsung dari tingkat satuan pendidikan dan dinas provinsi.