Israel Tahan Sembilan Warga Negara Indonesia di Perairan Internasional

Israel Tahan Sembilan Warga Negara Indonesia di Perairan Internasional
Foto: Ilustrasi Israel Tahan Sembilan Warga Negara Indonesia di Perairan Internasional.

Militer Israel menahan sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Jalur Gaza di perairan internasional pada Senin (18/5) malam waktu Jakarta. Pencegatan seluruh kapal penyuplai bantuan tersebut memicu kecaman internasional dan respons diplomatik dari Pemerintah Indonesia.

Penahanan tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri RI, seperti dilansir dari Media Indonesia pada Rabu (20/5). Di antara sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap, terdapat tiga jurnalis nasional, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Ketegangan meningkat setelah Menteri Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis ditahan dalam posisi berlutut dengan tangan terikat sembari diiringi lagu kebangsaan Israel. Unggahan dengan takarir 'Selamat datang di Israel' tersebut memicu kemarahan para pimpinan serta menteri luar negeri dari berbagai negara.

Pemerintah Italia melalui Perdana Menteri Giorgia Meloni langsung menyampaikan protes keras melalui akun media sosial X terkait perlakuan terhadap para pengunjuk rasa.

"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," ujar Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mendesak pembebasan segera warga negaranya, sementara Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares menyebut tindakan Israel mengerikan. Kecaman senada disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand yang menilai tindakan tersebut tidak manusiawi terhadap warga sipil.

"Kami bertindak dengan sangat mendesak," ujar Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand.

Protes juga datang dari Asia Pasifik terkait lokasi penangkapan armada bantuan kemanusiaan tersebut. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan adanya warga negaranya yang ikut diculik oleh militer Israel di perairan Mediterania.

"Apakah itu tanah Israel? Jika terjadi konflik, dapatkah mereka menyita dan menahan kapal negara ketiga?" cetus Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan keselamatan para WNI dan terus menjalin komunikasi diplomatik dengan Yordania serta Turki. Di sisi lain, Foreign Policy Community of Indonesia turut mengutuk keras penahanan ini dan mendukung penuh diplomasi pemerintah untuk mengupayakan pembebasan seluruh relawan sesuai hukum internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi