Menhan Israel Siapkan Operasi Ofensif Tunggu Persetujuan Amerika Serikat

Menhan Israel Siapkan Operasi Ofensif Tunggu Persetujuan Amerika Serikat
Foto: Ilustrasi Menhan Israel Siapkan Operasi Ofensif Tunggu Persetujuan Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan kesiapan militer untuk melanjutkan peperangan di Iran pada Kamis (23/4/2026) di Tel Aviv. Persiapan operasi ofensif dan defensif telah dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyusul adanya penandaan target-target serangan strategis.

Kesiagaan militer ini tetap berjalan meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak telah mengumumkan perpanjangan gencatan senjata. Berdasarkan laporan dari Kompas, pihak Tel Aviv menegaskan bahwa pelaksanaan agresi lanjutan tersebut kini hanya bergantung pada otorisasi dari Washington.

Katz mengungkapkan bahwa jajaran angkatan bersenjata telah menyelesaikan perencanaan teknis untuk kembali masuk ke medan tempur. Kendali operasional penuh saat ini berada di bawah komando otoritas pertahanan Israel untuk mengantisipasi kegagalan negosiasi.

"Kami masih menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat," kata Israel Katz dikutip Associated Press, Kamis (23/4/2026).

Penegasan Katz tersebut muncul setelah Donald Trump mengklaim kekuatan pertahanan Iran telah berhasil dilumpuhkan sejak agresi dimulai pada 28 Februari 2026. Trump menyebut perpanjangan gencatan senjata dilakukan sepihak lantaran Teheran enggan kembali ke meja perundingan.

Presiden Amerika Serikat tersebut turut menyoroti dinamika politik internal di Teheran yang dianggap sedang mengalami guncangan hebat. Melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis (23/4), Trump memaparkan adanya friksi antara kelompok penguasa.

"Iran saat ini tidak tahu siapa pemimpin mereka sebenarnya. Mereka tidak tahu," kata Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social, Kamis (23/4).

Trump memaparkan bahwa kekalahan di medan perang telah memicu perdebatan internal di pemerintahan Iran. Hal ini merujuk pada klaim komunikasi yang dilakukan delegasi Amerika Serikat dengan sejumlah pejabat di Teheran sebelumnya.

"Ada perselisihan antara 'garis keras', mereka yang kalah memalukan di medan tempur, dan kalangan 'moderat' yang sebanarnya sama sekali tidak moderat," kata Trump.

Di sisi lain, pemerintah Iran tetap pada pendirian keras dengan membantah adanya komunikasi diplomatik dengan pihak Amerika Serikat. Otoritas Iran menegaskan tidak akan membuka ruang dialog selama blokade di Selat Hormuz masih diberlakukan oleh militer AS.

Artikel terkait

Rekomendasi