Pasukan Pertahanan Israel (IDF) secara resmi mengumumkan keberhasilan mereka dalam merebut Kastel Beaufort, sebuah benteng bersejarah berusia 900 tahun di wilayah Lebanon selatan. Operasi militer ini diklaim sebagai langkah strategis penting untuk melumpuhkan kekuatan kelompok Hizbullah di perbatasan.
Selain menguasai kastel tersebut, militer Israel juga melaporkan telah mengamankan wilayah punggungan Beaufort Ridge serta area Wadi al-Saluki. Penguasaan titik tinggi ini ditandai dengan pengibaran bendera Israel di atas bangunan kuno yang dikenal warga lokal sebagai Qalaat al-Shaqif tersebut.
Strategi Militer dan Kendali Wilayah
Kastel Beaufort terletak di lokasi yang sangat strategis dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Posisi ini memungkinkan militer Israel untuk memantau pergerakan secara luas di wilayah Lebanon selatan sekaligus melindungi area utara Israel.
Pihak IDF menyatakan bahwa selama ini Hizbullah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai basis peluncuran serangan roket dan drone ke wilayah Israel. Operasi perebutan ini bertujuan menghancurkan infrastruktur militer yang dibangun dengan dukungan penuh dari Iran.
Rincian mengenai operasi dan dampak strategis penguasaan wilayah tersebut:
- Lokasi Strategis: Berada di bukit curam yang memberikan jarak pandang luas ke arah Galilea dan Lebanon selatan.
- Target Operasi: Menghancurkan gudang senjata, terowongan, dan pusat komando Hizbullah di sekitar benteng.
- Keamanan Perbatasan: Mengurangi intensitas serangan udara dan proyektil yang menyasar permukiman warga di Israel utara.
- Status Gencatan Senjata: Operasi tetap dilakukan meski secara teknis masih dalam periode gencatan senjata yang disepakati sejak April.
Langkah militer ini diambil setelah adanya eskalasi besar dari pihak Hizbullah yang menyebabkan sekolah-sekolah di Israel utara terpaksa ditutup. Meskipun berhasil mencapai target, IDF melaporkan satu tentaranya gugur dalam operasi perebutan wilayah tersebut.
Arahan Langsung dari Pimpinan Israel
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa manuver militer ini dilaksanakan berdasarkan instruksi langsung dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Pasukan darat Israel bahkan telah melintasi Sungai Litani untuk mengamankan titik-titik krusial bagi keamanan nasional mereka.
Katz menyebut penguasaan Beaufort sebagai pesan tegas bagi pihak-pihak yang dianggap mengancam keamanan warga Israel. Menurutnya, siapa pun yang menebar ancaman akan kehilangan aset strategis mereka satu per satu di tangan militer Israel.
Ringkasan perkembangan situasi militer di Lebanon selatan:
| Aspek Situasi | Detail Informasi |
|---|---|
| Wilayah Dikuasai | Kastel Beaufort, Beaufort Ridge, dan Wadi al-Saluki. |
| Tujuan Utama | Menghancurkan kekuatan Hizbullah dan melindungi permukiman Galilea. |
| Korban Jiwa | Satu tentara Israel dilaporkan tewas dalam operasi. |
| Status Operasi | Masih berlangsung dan belum dinyatakan selesai oleh Menhan Israel. |
Hingga saat ini, baik pemerintah Lebanon maupun kelompok Hizbullah belum memberikan pernyataan resmi terkait jatuhnya benteng pertahanan tersebut. Kastel Beaufort sendiri memiliki sejarah panjang sebagai medan tempur utama dalam konflik Israel-Lebanon selama beberapa dekade terakhir.
Israel Katz menegaskan bahwa misi militer di Lebanon belum akan berakhir dalam waktu dekat. IDF tetap berkomitmen penuh untuk menjamin keamanan permanen bagi warga di wilayah utara dengan terus menekan kekuatan militer lawan di perbatasan.