Iran Tolak Perundingan dan Siapkan Rudal Hadapi Ancaman Israel

Iran Tolak Perundingan dan Siapkan Rudal Hadapi Ancaman Israel
Foto: Ilustrasi Iran Tolak Perundingan dan Siapkan Rudal Hadapi Ancaman Israel.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah Teheran secara resmi menolak tawaran perundingan selama persyaratan dari pihak Donald Trump tetap dipaksakan. Penolakan ini muncul di tengah ancaman militer dari Israel yang menyatakan kesiapan menyerang target strategis Iran.

Dilansir dari Kompas, militer Israel mengeklaim telah memetakan sasaran penting dan siap melakukan serangan besar jika mendapat persetujuan dari Washington. Israel menargetkan serangan yang secara ekstrem disebut mampu mengembalikan kondisi infrastruktur Iran ke periode masa lampau.

Pemerintah Iran merespons ancaman tersebut dengan menegaskan kekuatan pertahanan mereka yang diklaim masih sangat besar. Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa sebagian besar kemampuan rudal negara itu belum dikerahkan sepenuhnya dalam menghadapi tekanan eksternal.

Negara tersebut saat ini dilaporkan memproduksi lebih dari 1.000 jenis senjata secara mandiri di berbagai wilayah. Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran memberikan penjelasan mengenai stabilitas industri militer mereka yang telah dibangun selama puluhan tahun.

"zaman batu" kata Militer Israel.

Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik menekankan bahwa ketahanan sektor pertahanan Iran tetap terjaga meski beberapa fasilitas pendukung sempat mengalami kerusakan. Kapasitas persenjataan saat ini merupakan hasil dari pengembangan jangka panjang sejak 25 tahun silam.

"kapasitas rudal merupakan hasil investasi dan persiapan selama lebih dari 25 tahun di industri pertahanan" sebut Reza Talaei-Nik, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran.

Situasi di Selat Hormuz juga dilaporkan semakin memanas akibat aksi penyitaan kapal oleh kedua belah pihak. Militer Amerika Serikat melakukan penembakan dan penyitaan terhadap tanker yang berafiliasi dengan Iran di jalur perairan tersebut.

Sebagai langkah balasan, Garda Revolusi Iran turut menangkap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat serta Israel. Ketegangan ini melibatkan pakar strategi Marsma TNI (Purn) Agung Sasongkojati dan peneliti senior Aisha Kusumasomantri dalam pengamatan lebih mendalam.

Artikel terkait

Rekomendasi