Iran Tolak Negosiasi Nuklir dengan Amerika Serikat

Iran Tolak Negosiasi Nuklir dengan Amerika Serikat
Foto: Ilustrasi Iran Tolak Negosiasi Nuklir dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan tidak memiliki agenda untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklir nasional. Penegasan ini disampaikan di tengah upaya diplomatik Teheran yang sedang bergeser ke arah penguatan hubungan dengan Rusia serta negara-negara regional lainnya.

Ebrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menjelaskan bahwa langkah menyerahkan uranium tidak akan menyelesaikan pertikaian diplomatik. Dilansir dari Kompas, pihak Amerika Serikat dinilai akan terus mengajukan tuntutan baru meskipun kesepakatan teknis tercapai.

"Azizi mengatakan bahwa jika Iran memberikan uranium, masalah tidak akan selesai karena Amerika Serikat akan menuntut hal lain." kata Ebrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran.

Saat ini, otoritas energi atom Iran dilaporkan menyimpan persediaan uranium yang signifikan untuk keperluan strategis. Berdasarkan data yang dihimpun, Teheran kini menguasai sekitar 440 kilogram uranium yang diproses dengan tingkat kemurnian mencapai angka 60 persen.

Di sisi lain, pergerakan diplomatik tingkat tinggi terus dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang telah tiba di Saint Petersburg, Rusia. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tur luar negeri setelah sebelumnya ia mendatangi Oman dan Pakistan.

Agenda utama kedatangan Araghchi ke Rusia adalah untuk melangsungkan pertemuan penting dengan Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut dijadwalkan menjadi wadah diskusi mengenai stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah serta isu-isu internasional yang berkembang saat ini.

Pemerintah Iran berupaya mengeksplorasi berbagai opsi diplomatik guna meredam konflik regional yang kian memanas. Langkah ini diambil melalui konsultasi intensif dengan sekutu strategis untuk merumuskan resolusi damai tanpa harus melibatkan campur tangan langsung dari Washington.

Artikel terkait

Rekomendasi