Iran Tinjau Posisi AS Mengenai Upaya Pengakhiran Perang

Iran Tinjau Posisi AS Mengenai Upaya Pengakhiran Perang
Foto: Ilustrasi Iran Tinjau Posisi AS Mengenai Upaya Pengakhiran Perang.

Pemerintah Iran tengah mempelajari posisi terbaru Amerika Serikat terkait upaya pengakhiran perang setelah Washington membuka ruang negosiasi namun tetap mengancam akan melakukan aksi militer baru, sebagaimana dilansir dari Internasional pada Kamis (21/5/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima pandangan terbaru dari Washington tersebut melalui Pakistan selaku mediator kedua negara.

"Kami telah menerima pandangan AS dan sedang meninjaunya," ujar Baghaei seperti dikutip kantor berita pemerintah Iran, Nour News, Kamis (21/5/2026).

Komunikasi ini tetap berjalan di bawah mediasi Pakistan, termasuk melalui kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan ke Teheran pada Rabu (20/5/2026), meskipun situasi gencatan senjata selama enam pekan terakhir masih rapuh dan belum menunjukkan kemajuan berarti.

Ketidakpastian ini memicu lonjakan harga minyak dunia serta kekhawatiran inflasi global, di saat Presiden AS Donald Trump menghadapi tekanan politik domestik menjelang pemilu sela akibat kenaikan harga bahan bakar.

"Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya bisa bergerak sangat cepat. Kami semua siap bertindak," kata Trump kepada wartawan di Joint Base Andrews.

Pemimpin AS tersebut menambahkan bahwa proses penantian terhadap respons Iran bisa memakan waktu beberapa hari.

"Bisa beberapa hari, tetapi semuanya juga bisa bergerak sangat cepat," ujar Trump.

Trump kemudian kembali memberikan penegasan mengenai komitmennya untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran dalam fase akhir konflik ini.

"Kami berada di tahap akhir terkait Iran. Kita lihat saja nanti. Entah ada kesepakatan atau kami akan melakukan beberapa hal yang agak keras, tetapi mudah-hopefully itu tidak terjadi," ujar Trump.

Dirinya juga menyatakan keinginan untuk menekan jumlah korban jiwa seminimal mungkin melalui opsi tindakan yang tersedia.

"Idealnya, saya ingin melihat sedikit orang yang terbunuh dibanding banyak. Kami bisa melakukannya dengan dua cara," ujar Trump.

Pernyataan dari pihak Washington ini segera memicu respons keras dari jajaran militer Teheran.

"Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang dijanjikan akan meluas melampaui kawasan kali ini," demikian pernyataan Garda Revolusi Iran.

Di samping itu, Iran telah mengajukan proposal baru yang mencakup tuntutan kendali Selat Hormuz, pencabutan sanksi, hingga penarikan pasukan AS, sementara pelayaran di selat tersebut mulai meningkat yang ditandai dengan melintasnya kapal supertanker China dan Korea Selatan.

Artikel terkait

Rekomendasi