Iran Alihkan Sistem Navigasi Militer dari GPS ke BeiDou China

Iran Alihkan Sistem Navigasi Militer dari GPS ke BeiDou China
Foto: Ilustrasi Iran Alihkan Sistem Navigasi Militer dari GPS ke BeiDou China.

Pemerintah Iran dilaporkan resmi meninggalkan sistem navigasi satelit Global Positioning System (GPS) milik Amerika Serikat dan beralih menggunakan BeiDou Navigation Satellite System buatan China. Langkah ini diambil guna memperkuat kedaulatan teknologi di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Teheran terhadap kendali militer Amerika Serikat atas sinyal GPS yang berisiko dibatasi atau diganggu dalam kondisi konflik. Dilansir dari Tekno, sistem navigasi BeiDou kini menjadi andalan baru bagi infrastruktur digital dan alat pertahanan Iran.

Wakil Menteri Komunikasi Iran, Ehsan Chitsaz, memberikan penegasan terkait rencana strategis ini dalam sebuah wawancara. Penggunaan sistem navigasi asal China tersebut menjadi poin krusial dalam kesepakatan kerja sama antara kedua negara.

"Republik Islam berencana mengejar opsi alternatif seperti sistem BeiDou milik China, yang telah menjadi salah satu poin utama dalam perjanjian kerja sama jangka panjang yang sedang dinegosiasikan antara Teheran dan Beijing," kata Ehsan Chitsaz, Wakil Menteri Komunikasi Iran.

Integrasi teknologi BeiDou-3 dilaporkan telah diterapkan pada berbagai perangkat militer, termasuk armada drone dan rudal untuk mengatasi gangguan frekuensi atau jamming. Berdasarkan laporan media National Herald, gangguan sinyal navigasi sering terjadi di wilayah Teluk, yang berdampak pada akurasi aplikasi domestik maupun internasional.

Data dari media Iran International menunjukkan bahwa militer Iran memamerkan deretan drone Shahed di bunker bawah tanah setelah operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026). Meskipun sebagian besar alutsista menggunakan sinyal terenkripsi, beberapa unit pengintai masih mengandalkan sinyal terbuka yang rentan disabotase.

China sendiri saat ini mengoperasikan lebih dari 40 satelit BeiDou yang mampu memberikan akurasi posisi hingga tingkat sentimeter melalui stasiun darat tambahan. Selain fungsi navigasi dan penentuan posisi, sistem ini menyediakan layanan pesan singkat berbasis satelit yang kini mulai dipromosikan secara luas di kawasan Asia dan Afrika.

Artikel terkait

Rekomendasi