Iran Kecam Keras Amerika Serikat Terkait Perampasan Kapal Touska

Iran Kecam Keras Amerika Serikat Terkait Perampasan Kapal Touska
Foto: Ilustrasi Iran Kecam Keras Amerika Serikat Terkait Perampasan Kapal Touska.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran melontarkan kecaman keras terhadap tindakan militer Amerika Serikat (AS) yang merampas kapal kargo Touska pada Minggu (19/4/2026). Seperti dilansir dari Kompas, otoritas Teheran menganggap penyitaan kapal tersebut sebagai bentuk tindakan terorisme yang telah mencederai kesepakatan gencatan senjata.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah balasan jika kapal tersebut tidak segera dibebaskan. Kemlu Iran juga menimpalkan tanggung jawab kepada Washington apabila kondisi keamanan di kawasan regional semakin memburuk akibat insiden ini.

"Iran akan mengerahkan seluruh kapabilitas yang dmiliki untuk mempertahankan kepentingan, keamanan nasional, dan martabat bangsanya," demikian pernyataan Kemlu Iran dikutip Middle East Eye, Selasa (21/4).

Sikap keras juga ditunjukkan oleh militer Iran melalui unit Khatam Al-Anbiya yang memberikan peringatan serius kepada pihak militer AS. Mereka melabeli aksi penyitaan kapal Touska sebagai tindakan pembajakan bersenjata yang memerlukan respons cepat.

"Kami memperingatkan, Angkatan Bersenjata Iran akan segera merespons dan membalas pembajakan bersenjata oleh militer AS," demikian pernyataan Khatam Al-Anbiya dikutip Al Jazeera.

Kapal kargo Touska sebelumnya dilaporkan tengah melintas dan mencoba menembus blokade di wilayah strategis Selat Hormuz sebelum akhirnya dicegat oleh pasukan AS. Wilayah perairan ini diketahui sedang dalam status blokade militer oleh Amerika Serikat sebagai respons atas langkah serupa yang dilakukan Iran pasca-perang.

Peristiwa ini menandai insiden perampasan kapal perdana yang dilakukan militer AS semenjak penerapan blokade di Selat Hormuz dimulai. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa pasukannya mengambil alih kapal tersebut setelah kapal perusak militer melakukan tindakan teknis dengan melubangi ruang mesin kapal kargo.

Dampak terhadap Negosiasi Gencatan Senjata

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melayangkan tuduhan bahwa pihak Amerika Serikat telah secara nyata melanggar aturan gencatan senjata yang berlaku. Akibat insiden ini, Baghaei menyatakan bahwa Iran membatalkan rencana pengiriman delegasi untuk mengikuti perundingan tahap kedua yang seharusnya berlangsung di Pakistan.

Menurut penilaian Baghaei, Amerika Serikat menunjukkan sikap yang tidak serius dalam menjalankan proses negosiasi perdamaian. Ia menyoroti berbagai bentuk pelanggaran yang terus dilakukan oleh pihak AS sejak periode gencatan senjata dimulai, padahal kesepakatan formal kedua negara tersebut dijadwalkan akan berakhir pada Rabu (22/4).

Artikel terkait

Rekomendasi