Iran Bentuk Badan Khusus Kelola Selat Hormuz di Tengah Ketegangan

Iran Bentuk Badan Khusus Kelola Selat Hormuz di Tengah Ketegangan
Foto: Ilustrasi Iran Bentuk Badan Khusus Kelola Selat Hormuz di Tengah Ketegangan.

Pemerintah Iran mendirikan badan baru yang bertugas mengelola operasional di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis tersebut, seperti dikutip dari Media Indonesia.

Pengumuman mengenai pembentukan otoritas tersebut disampaikan langsung oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui platform X pada Senin (18/5). Lembaga baru ini nantinya akan memberikan pembaruan segera mengenai operasi dan perkembangan terkini di Selat Hormuz.

Meskipun demikian, pihak berwenang Teheran hingga kini belum merinci secara detail mengenai struktur organisasi, kewenangan, maupun tanggung jawab spesifik dari badan tersebut.

Selat Hormuz memegang peran vital sebagai salah satu rute distribusi energi paling penting di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman serta pasar internasional untuk pasokan minyak, gas, dan bahan bakar global.

Setiap hambatan yang terjadi di kawasan ini kerap memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas pasokan energi dunia, terutama ketika konflik antara Iran dan pihak lawannya mengalami eskalasi.

Sebelum pengumuman ini, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa Teheran telah menyiapkan mekanisme baru. Sistem ini dirancang untuk mengatur lalu lintas maritim melalui rute tertentu di Selat Hormuz.

Ebrahim Azizi menambahkan bahwa Iran bakal mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang menerima layanan khusus dalam sistem baru tersebut.

"Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat darinya," tulis Azizi di X dilansir Anadolu, Selasa (19/5).

Kronologi Eskalasi di Selat Hormuz

Ketegangan di kawasan strategis ini meningkat pasca serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas aksi tersebut dengan mengincar Israel serta sekutu-sekutu Washington di kawasan Teluk, berbarengan dengan penutupan Selat Hormuz.

Upaya gencatan senjata sempat berjalan sejak 8 April melalui mediasi yang dilakukan oleh Pakistan. Namun, proses perundingan yang berlangsung di Islamabad tersebut belum berhasil melahirkan kesepakatan damai yang permanen.

Situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat dilaporkan memberlakukan blokade angkatan laut sejak 13 April. Operasi militer Washington ini secara khusus menargetkan lalu lintas maritim milik Iran di jalur tersebut.

Pembentukan badan operasional baru oleh Teheran dipandang sebagai keputusan strategis untuk memperkuat kendali mereka atas Selat Hormuz di tengah ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang.

Artikel terkait

Rekomendasi