Kesiapan membuka front baru dengan metode serta alat terkini disampaikan oleh militer Iran apabila wilayah mereka kembali diserang musuh di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat, dilansir dari Media Indonesia.
Pernyataan bernada peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, dalam sebuah acara publik yang berlangsung di Alun-Alun Valiasr, Teheran.
"Republik Islam Iran tidak dapat diblokade atau dikalahkan," kata Akraminia, seperti dilansir salah satu media utama di Iran, ISNA.
Penegasan mengenai respons melalui strategi baru juga diutarakan jika musuh kembali melakukan agresi terhadap Iran.
"Jika musuh melakukan kebodohan lagi dan kembali jatuh ke dalam jebakan zionis, lalu melancarkan agresi baru terhadap Iran tercinta kita, kami akan membuka front baru melawan mereka dengan alat dan metode baru," ujarnya.
Situasi ini mengemuka saat gencatan senjata yang rapuh sedang berlangsung antara Iran dan pihak lawan pascakonflik yang pecah sejak Februari lalu.
Menurut Akraminia, Angkatan Bersenjata Iran memanfaatkan masa jeda konflik ini untuk memperkuat kemampuan tempur dan memperlakukannya layaknya situasi perang aktif.
"Angkatan Darat memandang periode gencatan senjata sebagai masa perang dan menggunakan kesempatan ini untuk memperkuat kekuatan tempur," katanya.
Pihak militer turut menyatakan telah memegang kendali penuh atas Selat Hormuz dan memastikan situasi di jalur pelayaran strategis tersebut tidak akan kembali seperti semula.
"Satu-satunya jalan bagi musuh adalah menghormati bangsa Iran dan menghormati hak-hak sah Republik Islam Iran," tandasnya.