Media ekonomi Investortrust memberikan penghargaan Best Investortrust Companies 2023 kepada sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketidakpastian ini dipicu oleh perang Rusia-Ukraina sejak Februari 2022 yang berdampak pada kelangkaan energi dan lonjakan inflasi.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai kondisi pasar tenaga kerja yang ketat serta kenaikan harga minyak dunia membuat bank sentral global cenderung mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Hal tersebut diprediksi akan membuat pertumbuhan ekonomi global tahun ini tetap rendah pada level 2,7%.
ÔÇÿÔÇÖInflasi dan suku bunga tinggi membuat aliran modal keluar dan pelemahan nilai tukar di negara berkembang semakin tinggi, sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia,ÔÇÖÔÇÖ urai Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.
Dilansir dari Investortrust, Bank Indonesia saat ini masih mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebijakan The Federal Reserve yang telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali sejak Maret 2022 guna meredam inflasi ke target 2%.
Ketua Tim Juri, Roy Sembel, menjelaskan bahwa para pemenang penghargaan dipilih karena mampu menerapkan strategi ekosistem bisnis yang inklusif. Perusahaan-perusahaan ini dinilai tetap kompetitif dengan menjalin kolaborasi bersama inovator baru guna memenuhi kebutuhan pelanggan yang kian kompleks.
ÔÇÿÔÇÖDengan begitu perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang dan makin kompleks, sehingga dengan sendirinya perusahaan berhasil sustain,ÔÇÖÔÇÖ papar Roy Sembel, Guru Besar IPMI International Business School.
Proses seleksi awal melibatkan 825 emiten yang terdaftar di BEI per akhir 2022. Namun, hanya 419 perusahaan yang lolos kualifikasi dasar, sementara 406 emiten lainnya gugur karena faktor keterlambatan laporan keuangan, ekuitas di bawah Rp100 miliar, hingga catatan kerugian usaha.
Roy Sembel menambahkan bahwa ketangguhan emiten terlihat dari kemampuan mereka melewati berbagai tantangan besar secara beruntun. Selain pandemi Covid-19, korporasi ini juga mampu beradaptasi dengan dampak krisis perbankan global seperti kasus Silicon Valley Bank.
ÔÇÿÔÇÖKeberhasilan mereka menghadapi tantangan bukan hanya tercermin dari kinerja keuangan yang tetap tumbuh di masa sulit tetapi juga secara operasioal emiten yang masuk dalam nominasi pemenang Best Investortrust Companies 2023 tampak agile atau bergerak lincah menagkap peluang yang ada,ÔÇÖÔÇÖ pungkas Roy Sembel.
Delapan emiten yang masuk dalam daftar nominasi unggulan adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR), PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).