Investor Asing Borong Saham SRTG dan BBNI Saat IHSG Terkoreksi

Investor Asing Borong Saham SRTG dan BBNI Saat IHSG Terkoreksi
Foto: Ilustrasi Investor Asing Borong Saham SRTG dan BBNI Saat IHSG Terkoreksi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 2,03 persen ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis, 30 April 2026. Meskipun indeks domestik mengalami tekanan jual yang besar, investor asing terpantau tetap mengincar sejumlah saham unggulan di sektor tambang, energi, dan perbankan.

Penurunan indeks sebesar 144,42 poin ini membawa IHSG kembali ke bawah level psikologis 7.000. Akumulasi pelemahan dalam sepekan terakhir tercatat mencapai 5,72 persen, yang menandakan adanya tekanan jual konsisten di pasar saham domestik sebagaimana dilansir dari Info melalui data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing menjadi salah satu pemicu utama koreksi pasar tersebut. Pada penutupan perdagangan Kamis saja, nilai penjualan bersih asing mencapai Rp1,49 triliun, sementara total akumulasi net sell sepanjang pekan terakhir April 2026 menembus angka Rp8,56 triliun.

Kendati demikian, investor asing justru melakukan aksi beli bersih pada beberapa emiten tertentu. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan nilai net buy asing tertinggi mencapai Rp819,35 miliar, disusul oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai pembelian bersih Rp415,73 miliar.

Sektor perbankan juga tetap menjadi pilihan di tengah volatilitas pasar, dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan nilai beli bersih asing sebesar Rp274,71 miliar. Data ini menunjukkan minat investor luar negeri masih cukup tinggi pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat di sektor energi dan perbankan.

Daftar 10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar Pekan Terakhir April 2026
PeringkatKode SahamNilai Net Buy (Miliar Rupiah)
1SRTG819,35
2EMAS415,73
3BBNI274,71
4INCO236,69
5MDKA148,68
6MEDC85,09
7ARCI71,92
8ADMR70,6
9TAPG61,53
10INKP46,67

Minat beli yang selektif ini mengindikasikan bahwa investor asing masih melihat peluang pertumbuhan pada emiten tertentu di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas saham yang dikoleksi berasal dari sektor komoditas dan energi yang tetap bergerak dinamis meskipun indeks secara keseluruhan sedang mengalami tren pelemahan tajam.

Artikel terkait

Rekomendasi