Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, mendapatkan tawaran proyek pembangunan wahana wisata kereta gantung senilai Rp200 miliar yang direncanakan melintasi kawasan Tebing Breksi pada Kamis (7/5/2026). Rencana pengembangan destinasi wisata buatan ini bertujuan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak hiburan.
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menjelaskan bahwa inisiasi pembangunan infrastruktur wisata ini sepenuhnya datang dari pihak swasta. Dilansir dari Detik Travel, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan dukungan penuh terhadap masuknya modal tersebut demi pertumbuhan ekonomi daerah.
"Itu benar-benar ide dari investor. Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung setiap investasi karena nanti kaitannya dengan penambahan PAD, dengan adanya kereta gantung berarti pajak hiburan dan sebagainya bisa masuk," kata Triana Wahyuningsih, Kepala DPMPTSP Sleman.
Pendampingan proses perizinan kini sedang dilakukan oleh pemerintah setempat, terutama terkait pemenuhan syarat Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Berdasarkan kajian teknis tata ruang, wilayah yang menjadi target proyek tersebut telah dinyatakan sesuai untuk pengembangan kategori wisata buatan.
"Untuk awalnya memang harus memiliki KKPR dulu, kesesuaian tata ruang. Kalau tata ruang ini memang sudah sesuai di sana untuk kegiatan pengembangan wisata buatan," kata Triana Wahyuningsih, Kepala DPMPTSP Sleman.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga harus memperhatikan aspek Lahan Sawah Dilindungi (LSD) yang regulasinya berada di bawah kendali pemerintah pusat. Koordinasi intensif telah dilakukan untuk memastikan proyek di kawasan strategis nasional ini tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
"Pak Bupati juga sudah memimpin langsung ke Kementerian ATR untuk menyampaikan bahwa di situ ada LSD-nya. Kementerian ATR sebenarnya juga mendukung terkait itu," kata Triana Wahyuningsih, Kepala DPMPTSP Sleman.
Mengenai teknis operasional, kereta gantung ini dirancang memiliki rute sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan sejumlah titik wisata utama. Lintasan dimulai dari titik awal di kawasan Banyunibo menuju objek wisata Tebing Breksi sebelum kembali ke lokasi semula.
"Kurang lebih sekitar 8 kilometer dari Banyunibo, lalu ke Tebing Breksi dan kembali lagi," kata Triana Wahyuningsih, Kepala DPMPTSP Sleman.
Anggaran besar telah disiapkan oleh pihak investor untuk merealisasikan infrastruktur transportasi wisata tersebut. Triana mengonfirmasi jumlah dana yang dialokasikan berdasarkan laporan yang diterima dari pihak pengembang.
"Kalau informasi dari investornya sekitar Rp 200 miliar," ujar Triana Wahyuningsih, Kepala DPMPTSP Sleman.
Hingga saat ini, tahap perizinan penggunaan lahan masih terus bergulir karena melibatkan tanah kas desa. Hal tersebut memerlukan sinkronisasi dengan pemerintah tingkat provinsi sebagai pemegang otoritas lahan desa di wilayah Yogyakarta.
"Ini sedang berproses untuk perizinan lahannya karena ada penggunaan tanah kas desa yang memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi," ujar Triana Wahyuningsih, Kepala DPMPTSP Sleman.