Masyarakat Asia Dominasi Investasi Kas untuk Dana Pensiun

Masyarakat Asia Dominasi Investasi Kas untuk Dana Pensiun
Foto: Ilustrasi Masyarakat Asia Dominasi Investasi Kas untuk Dana Pensiun.

Laporan Manulife Financial Resilience and Longevity 2025 pada Selasa (18/11/2025) mengungkapkan bahwa sekitar separuh simpanan pensiun masyarakat di Asia ditempatkan pada instrumen kas. Fenomena ini menunjukkan dominasi aset likuid dalam perencanaan hari tua di kawasan tersebut.

Data yang dilansir dari Personalfinance menyebutkan responden di Indonesia mengalokasikan sekitar 49 persen dana pensiun mereka pada instrumen kas. Persentase serupa juga terlihat di Filipina dan Malaysia yang mencapai 51 persen, sementara di Hong Kong sebesar 45 persen.

Instrumen kas atau deposito tetap dipandang sebagai elemen krusial dalam persiapan masa tua. Sebanyak 73 persen responden Indonesia menganggap instrumen ini paling penting, disusul oleh Filipina sebesar 66 persen, Malaysia 61 persen, dan Hong Kong 55 persen.

Sebaliknya, daya tarik properti sebagai aset pensiun terpantau mulai mengalami penurunan signifikan. Di Indonesia, tercatat hanya 42 persen masyarakat yang masih memandang properti sebagai instrumen penting, lebih rendah dibandingkan Filipina yang mencapai 51 persen.

Penurunan prioritas pada sektor properti dipicu oleh penilaian responden bahwa instrumen tersebut kurang aman dan memberikan imbal hasil di bawah ekspektasi. Selain itu, investasi properti dinilai menghambat potensi maksimal pada instrumen investasi lainnya bagi responden berusia di bawah 45 tahun.

"Menahan terlalu banyak uang tunai dan hanya mengandalkan properti membuat orang rentan terhadap inflasi dan kekurangan pendapatan," ujar Calvin Chiu, Head of Asia Retirement Manulife dan Chief Executive Officer Manulife Investment Management Hong Kong.

Pernyataan tersebut merujuk pada risiko konsentrasi aset yang kurang beragam di tengah dinamika ekonomi global. Meski demikian, laporan tersebut mencatat bahwa tiga dari sepuluh responden kini mulai menurunkan tingkat prioritas mereka terhadap aset properti dalam portofolio investasi.

Terdapat perbedaan tren antara beberapa negara terkait pilihan instrumen masa depan. Warga di Hong Kong dan Malaysia cenderung lebih memilih memiliki dana pensiun, sedangkan masyarakat Indonesia dan Filipina masih lebih menyukai kepemilikan properti untuk hari tua.

Di Malaysia, tercatat 57 persen responden menganggap dana pensiun sebagai instrumen investasi yang sangat penting. Angka ini jauh melampaui persepsi masyarakat di Indonesia, Filipina, dan Hong Kong yang masing-masing hanya sebesar 32 persen, 38 persen, dan 31 persen.

Minat untuk melakukan diversifikasi ke instrumen yang menghasilkan pendapatan mulai menunjukkan peningkatan di beberapa wilayah. Sebanyak 73 persen warga Filipina dan 69 persen warga Indonesia menyatakan kesediaan mereka untuk mendiversifikasi aset pensiun mereka guna menjaga ketahanan finansial.

Sekitar 55 persen responden di Filipina dan 41 persen di Indonesia berpendapat bahwa kepemilikan properti justru dapat mengurangi total simpanan masa depan. Pandangan serupa juga dimiliki oleh mayoritas responden di Hong Kong dan Malaysia dengan persentase di atas 50 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi