Insiden Berdesakan di Benteng Laferriere Haiti Akibatkan 30 Orang Tewas

Insiden Berdesakan di Benteng Laferriere Haiti Akibatkan 30 Orang Tewas
Foto: Ilustrasi Insiden Berdesakan di Benteng Laferriere Haiti Akibatkan 30 Orang Tewas.

Sebanyak 30 orang wisatawan dilaporkan tewas dalam insiden desak-desakan di Benteng Laferriere, Haiti, pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat. Tragedi memilukan di situs bersejarah ini terjadi ketika ribuan pengunjung memadati area benteng secara bersamaan.

Kepadatan ekstrem di kawasan Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut memicu kepanikan massal hingga mengakibatkan aksi saling dorong di antara pengunjung. Dilansir dari Detik Travel, rombongan pelajar termasuk dalam daftar korban yang kehilangan nyawa dalam peristiwa nahas tersebut.

Lonjakan jumlah pengunjung diduga terjadi akibat promosi masif acara kumpul pemuda bertajuk Citadel Vibe 3.0 di media sosial TikTok. Kehadiran ribuan orang yang tidak terkendali membuat pengelola kewalahan menjaga keamanan di area bangunan militer abad ke-19 itu.

Benteng Laferriere yang terletak di puncak Gunung Bonnet a l'Eveque ini merupakan ikon nasional yang dibangun oleh Henri Christophe setelah kemerdekaan Haiti. Situs yang diakui UNESCO sejak 1982 tersebut memiliki luas sekitar 8.998 meter persegi dengan dinding setinggi 43 meter.

Selain nilai sejarahnya, benteng ini dikenal sebagai salah satu struktur pertahanan terbesar di Amerika yang mampu menampung hingga 15.000 tentara. Di dalam kompleks bangunan, tersimpan sekitar 365 meriam peninggalan kerajaan Eropa abad ke-18 yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

Proses pembangunan benteng yang dijuluki "keajaiban dunia kedelapan" ini dulunya melibatkan sekitar 20.000 hingga 200.000 pekerja. Sebagian besar tenaga kerja tersebut merupakan mantan budak yang membangun benteng sebagai pertahanan terakhir melawan kemungkinan serangan Prancis.

Insiden maut ini kini memicu evaluasi mendalam mengenai pengelolaan keamanan dan fenomena overtourism di destinasi wisata populer Haiti. Otoritas setempat masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait prosedur keselamatan selama penyelenggaraan acara besar di lokasi bersejarah tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi