Sedikitnya 30 orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden desak-desakan saat menghadiri acara kumpul anak muda di benteng bersejarah Citadelle Laferriere, Haiti Utara, pada Sabtu (11/4/2026). Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh ledakan jumlah pengunjung yang melampaui kapasitas lokasi acara.
Dilansir dari Detik Travel, laporan kepolisian mengungkapkan bahwa massa mulai memadati area tersebut untuk mengikuti kegiatan bertajuk 'Citadel Vibe 3.0'. Acara ini sebelumnya dipromosikan secara masif melalui platform media sosial TikTok hingga menarik minat ribuan orang.
Seorang influencer bernama Dope Fresh diketahui sempat mengajak pengikutnya untuk mendatangi lokasi tersebut sebelum ia melanjutkan kegiatan ke area lain. Akibatnya, arus pengunjung yang datang tidak terbendung hingga terjadi penumpukan ekstrem di luar gerbang benteng.
Kepadatan massa menjadi tidak terkendali karena akses masuk dan keluar benteng hanya tersedia melalui satu pintu utama. Kondisi cuaca yang hujan serta permukaan jalan yang licin turut memperparah situasi ketika ribuan orang berebut untuk masuk ke dalam bangunan bersejarah itu.
"Gerakan di tengah kerumunan menyebabkan kepanikan yang sangat parah. Jumlah korban sementara sekitar 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Angka-angka ini masih dapat berubah," kata Patrick Almonord, Wakil Wali Kota Cap-Haitien.
Saksi mata di lokasi kejadian, Fabiola Jules, menggambarkan suasana mencekam saat para peserta mulai kesulitan bernapas di tengah lautan manusia. Menurutnya, kepanikan total terjadi ketika massa mulai saling dorong tanpa adanya ruang gerak yang memadai.
Hal serupa ditegaskan oleh Marco Photo melalui unggahan di Facebook, yang menyebutkan banyak orang terjebak karena buruknya sirkulasi udara di dalam benteng. Korban yang meninggal dunia diduga kuat akibat mengalami sesak napas akut akibat kepadatan yang ekstrem tersebut.
Tim gabungan dari pemerintah kota dan unit Perlindungan Sipil telah dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi korban dari lokasi kejadian. Sejumlah korban luka saat ini tengah menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Sacre-Cœur de Milot.
Pihak berwenang Haiti masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti insiden dan memeriksa legalitas izin penyelenggaraan acara tersebut. Tragedi ini memicu desakan publik terkait evaluasi sistem manajemen kerumunan di objek wisata bersejarah.