Insentif Pajak Daerah Perkuat Investasi Infrastruktur SPKLU Swasta

Insentif Pajak Daerah Perkuat Investasi Infrastruktur SPKLU Swasta
Foto: Ilustrasi Insentif Pajak Daerah Perkuat Investasi Infrastruktur SPKLU Swasta.

Kebijakan pemerintah daerah yang memberikan pembebasan pajak dan relaksasi ganjil genap bagi kendaraan listrik memicu percepatan investasi infrastruktur pengisian daya oleh sektor swasta pada Kamis (7/5/2026). Langkah strategis ini dinilai mampu menciptakan kepastian pasar serta meningkatkan kepercayaan investor dalam membangun ekosistem transportasi berkelanjutan di tanah air.

Kepastian bagi pelaku usaha tersebut muncul seiring meningkatnya daya tarik kepemilikan kendaraan listrik di kota-kota besar. Dilansir dari Money, dukungan regulasi di tingkat daerah tidak hanya mendorong adopsi masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada pertumbuhan populasi kendaraan yang membutuhkan fasilitas pengisian daya.

Ketua Umum Asosiasi Pemilik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Swasta Indonesia (Aspelusi), Anthony Utomo, mengungkapkan bahwa insentif nyata dari pemerintah daerah memberikan efek domino yang signifikan terhadap industri pendukung.

"Ketika pemerintah daerah memberikan insentif nyata kepada pengguna kendaraan listrik, maka efek dominonya langsung terasa kepada industri pendukung, khususnya sektor SPKLU. Ini membuka keyakinan bagi swasta bahwa pasar EV Indonesia akan tumbuh lebih cepat dan lebih sehat," ujar Anthony Utomo, Ketua Umum Aspelusi.

Anthony yang juga menjabat sebagai Managing Director Utomo Charge+ PT Utomo Mobilitas Bersih Indonesia menjelaskan bahwa tantangan investasi selama ini mencakup aspek teknologi dan kepastian penggunaan. Relaksasi aturan dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan utilisasi jaringan pengisian daya yang dibangun oleh pihak swasta.

"Kami melihat ini bukan lagi sekadar bisnis charging station, tetapi bagian dari transformasi sistem energi dan mobilitas nasional. Swasta harus mulai melihat SPKLU sebagai infrastruktur masa depan, sama pentingnya dengan SPBU pada era kendaraan konvensional," tambah Anthony Utomo, Ketua Umum Aspelusi.

Aspelusi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, PLN, hingga pengelola kawasan komersial untuk mempercepat pemerataan jaringan infrastruktur. Tren penggunaan kendaraan listrik kini dilaporkan mulai merambah ke sektor logistik, termasuk layanan ride hailing dan truk operasional perusahaan.

"Kami melihat Indonesia sedang bergerak menuju era electric mobility economy. Oleh karena itu, regulasi yang mendukung harus terus dijaga konsistensinya agar investasi swasta dapat masuk dengan confidence yang tinggi," jelas Anthony Utomo, Ketua Umum Aspelusi.

Kebutuhan investasi infrastruktur kendaraan listrik diprediksi akan terus melonjak dalam beberapa tahun mendatang. Aspelusi mendorong perluasan kebijakan pendukung lainnya, seperti kemudahan perizinan lokasi SPKLU dan integrasi fasilitas pengisian daya dengan berbagai kawasan publik serta titik transit transportasi.

Artikel terkait

Rekomendasi