Indonesia Dorong Kemitraan Mangrove Global di Markas Besar PBB

Indonesia Dorong Kemitraan Mangrove Global di Markas Besar PBB
Foto: Ilustrasi Indonesia Dorong Kemitraan Mangrove Global di Markas Besar PBB.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan peran krusial Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim global melalui pengelolaan ekosistem mangrove di Markas Besar PBB, New York. Penegasan tersebut disampaikan dalam sidang ke-21 United Nations Forum on Forests pada awal pekan ini, Kamis (14/5/2026).

Indonesia tercatat memiliki sekitar 23 persen dari total luas mangrove di seluruh dunia. Penguasaan hampir seperempat luas lahan mangrove global ini menjadikan posisi Indonesia sangat strategis dalam perlindungan wilayah pesisir serta pencegahan dampak perubahan iklim sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir," kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.

Raja Juli mengajak komunitas internasional untuk memperkuat sinergi melalui inisiatif World Mangrove Center. Kolaborasi ini bertujuan memperluas riset, inovasi, serta aksi nyata restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan demi kepentingan ekosistem global.

"Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global," ucap Raja Juli Antoni.

Kementerian Kehutanan memegang otoritas atas sekitar 80 persen ekosistem mangrove di tanah air. Pemerintah berkomitmen memimpin pemanfaatan potensi tersebut untuk menjaga keanekaragaman hayati dan meningkatkan ketahanan wilayah pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menjelaskan fungsi strategis dari pembangunan World Mangrove Center. Lembaga ini dirancang menjadi pusat keunggulan yang memfasilitasi pendanaan internasional serta pertukaran pengetahuan antarnegara.

"Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia," tegas Dyah Murtiningsih.

Pusat penelitian dan restorasi tersebut dikembangkan melalui berbagai stasiun observasi lapangan yang tersebar di wilayah Indonesia. Dalam kunjungan kerja ini, Raja Juli Antoni didampingi oleh sejumlah pejabat teras termasuk Wakil Tetap Indonesia untuk PBB di New York.

Artikel terkait

Rekomendasi