Indonesia Desak PBB Selidiki Serangan yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon

Indonesia Desak PBB Selidiki Serangan yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Foto: Ilustrasi Indonesia Desak PBB Selidiki Serangan yang Menewaskan Prajurit TNI di Lebanon.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan investigasi transparan terkait serangan bersenjata yang menewaskan sejumlah prajurit TNI di Lebanon. Seruan ini muncul setelah gugurnya empat personel penjaga perdamaian dalam kurun waktu Maret hingga April 2026.

Dilansir dari Kompas, Praka Rico Pramudia (31) menjadi prajurit terbaru yang dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) setelah menjalani perawatan medis selama satu bulan. Insiden tersebut menambah daftar panjang jatuhnya korban jiwa dari delegasi Indonesia dalam misi UNIFIL.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A Mulachela, mengklasifikasikan tindakan kekerasan terhadap personel internasional tersebut sebagai pelanggaran berat. Pihaknya menekankan perlunya pertanggungjawaban hukum atas insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian.

"Serangan terhadap pasukan perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," kata Nabyl, Sabtu (25/4/2026).

Penegasan tersebut diikuti dengan permintaan resmi agar otoritas tertinggi PBB segera mengungkap kronologi kejadian secara mendalam. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan keadilan bagi para korban yang bertugas di wilayah konflik tersebut.

"Pemerintah Indonesia juga kembali mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan dan akuntabel untuk mengungkapkan seluruh fakta dan memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Nabyl.

Diplomasi aktif kini tengah dilakukan Indonesia dengan berkomunikasi bersama negara-negara penyumbang pasukan lainnya guna mengevaluasi standar prosedur keamanan di lapangan. Selain aspek keamanan, fokus utama saat ini adalah percepatan pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia ke tanah air.

"Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Nabyl.

Berdasarkan catatan kronologi, Praka Rico Pramudia merupakan korban serangan Israel ke posisi UNIFIL di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret lalu. Serangan tersebut juga merenggut nyawa Praka Farizal Romadhon yang telah dimakamkan sebelumnya di Indonesia.

Rentetan peristiwa mematikan berlanjut pada 30 Maret ketika dua prajurit lainnya, Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Muhammad Nur Ichwan, gugur. Keduanya meninggal dunia setelah kendaraan yang digunakan untuk mengawal konvoi UNIFIL terkena ledakan bom di wilayah Lebanon selatan.

Artikel terkait

Rekomendasi