Indeks Saham Stoxx 600 Menguat Jelang Musim Laporan Keuangan

Indeks Saham Stoxx 600 Menguat Jelang Musim Laporan Keuangan
Foto: Ilustrasi Indeks Saham Stoxx 600 Menguat Jelang Musim Laporan Keuangan.

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup menguat sebesar 0,24 persen pada perdagangan Senin (26/1/2026) di London seiring pelaku pasar bersiap menghadapi pekan laporan keuangan emiten besar. Dilansir dari Investortrust, penguatan bursa utama terjadi meski kinerja antarsektor menunjukkan hasil yang bervariasi.

Investor global saat ini sedang memantau rilis kinerja terbaru dari sejumlah perusahaan raksasa seperti ASML, Volvo, LVMH, hingga Deutsche Bank. Di saat yang sama, sentimen pasar dibayangi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Kanada terkait isu kesepakatan dagang dengan China.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan posisi negaranya dalam merespons ancaman tarif 100 persen yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump. Carney memberikan penjelasan mengenai kepatuhan Kanada terhadap perjanjian perdagangan regional yang sudah ada.

"Kanada menghormati keterlibatan dan komitmen kami. Kami memiliki komitmen di bawah CUSMA (Perjanjian KanadaÔÇôAmerika SerikatÔÇôMeksiko) untuk tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan ekonomi non-pasar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami tidak berniat melakukan itu dengan China atau ekonomi non-pasar lainnya," kata Carney, Perdana Menteri Kanada.

Pergerakan saham individu di bursa Eropa menunjukkan tren negatif bagi beberapa perusahaan besar akibat isu operasional. Saham Danone merosot 2,13 persen setelah adanya penarikan produk susu formula secara global, sementara saham maskapai Ryanair turun 2,23 persen meskipun pendapatan mereka dilaporkan tumbuh 9 persen.

Tekanan juga dialami oleh produsen pesawat Airbus yang mencatatkan penurunan saham sebesar 2,03 persen. CEO Airbus Guillaume Fauray menyampaikan pandangannya mengenai kondisi industri kedirgantaraan yang menghadapi tantangan berat sepanjang tahun ini.

"tahun 2026 ditandai oleh ÔÇ£jumlah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya.ÔÇØ" ujar Guillaume Fauray, CEO Airbus.

Sementara itu, komoditas emas mencatatkan rekor tertinggi dengan harga spot melonjak 2,23 persen ke level $5.090. Di Amerika Serikat, perhatian pasar tertuju pada Federal Reserve yang akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Rabu mendatang.

Bursa Wall Street mengharapkan adanya sinyal mengenai pemangkasan suku bunga acuan meskipun The Fed diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga tetap. Pekan ini juga menjadi periode krusial karena lebih dari 90 perusahaan S&P 500, termasuk Apple dan Microsoft, dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi