Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal meski sektor petrokimia sedang tertekan gejolak global. Kepastian ini disampaikan pengurus asosiasi dalam diskusi di Jakarta pada Selasa (5/5/2026), sebagaimana dilansir dari Ekonomi.
Ketua Umum Inaplas, Suhat Miyarso, menyatakan bahwa hingga saat ini seluruh anggota asosiasi belum memberikan laporan terkait pengurangan tenaga kerja. Kondisi ini tetap terjaga walaupun aktivitas manufaktur sedang mengalami penurunan akibat ketidakpastian situasi geopolitik dunia.
ÔÇ£Dengan demikian, Inaplas juga tidak pernah melaporkan kepada pemerintah terjadinya PHK di industri-industri anggota Inaplas,ÔÇØ ujar Suhat Miyarso, Ketua Umum Inaplas.
Penjelasan lebih mendalam disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Inaplas, Edi Rivai, yang menyebutkan bahwa pelaku usaha di sektor petrokimia lebih memilih melakukan penyesuaian operasional. Hal ini didorong oleh karakter industri yang bersifat siklikal serta struktur biaya yang mayoritas dialokasikan untuk pengadaan bahan baku produksi.
ÔÇ£Karena itu, kalau kita perhatikan sejak 10 tahun terakhir itu tidak ada hampir ada bicara mengenai industri petrokimia dan pengolahan itu PHK,ÔÇØ tegas Edi Rivai, Wakil Ketua Umum Inaplas.
Edi yang juga menjabat sebagai Direktur PT Chandra Asri Pacific Tbk. menambahkan bahwa fluktuasi kinerja merupakan fenomena lazim dalam industri kimia. Sepanjang pengalamannya, sektor ini belum pernah menghadapi gelombang PHK dalam skala besar secara masif.
ÔÇ£Jadi titik-titik mana yang perlu kita lakukan solusi. Nah ini memang semua perlu waktu tidak perlu ada tidak bisa instan,ÔÇØ jelas Edi Rivai.
Ia menekankan perlunya dukungan kebijakan pemerintah untuk menjamin ketersediaan bahan baku hulu guna memperkuat ketahanan industri nasional. Di sisi lain, pelaku usaha juga telah melakukan langkah strategis dengan mengamankan pasokan bahan baku baru untuk periode Mei hingga Juni mendatang.
ÔÇ£Nah untungnya karena komunikasi dan hubungan kita cukup luas, jadi kita dapat secure, kuantitas, sehingga nanti di bulan Mei dan Juni ini sudah mulai masuk dan berjalan walaupun dengan cost yang cukup tinggi,ÔÇØ tutur Edi Rivai.