Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diprediksi bergerak dalam rentang support level 6.791 dan resistance 6.947 pada perdagangan hari Rabu (13/5/2026). Perkiraan pergerakan indeks tersebut dilansir dari Investortrust berdasarkan riset berkala pasar modal.
Analisis teknikal menunjukkan posisi grafik indeks teranyar membentuk pola black spinning top dan masih berada di bawah MA5 serta MA20. Meski demikian, indikator Stochastic memperlihatkan sinyal golden cross pada area deep oversold.
"Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan dengan saham pilihan BRPT, PTRO, BUVA, dan DEWA," tulis Reliance Sekuritas dalam riset pagi.
Melalui riset harian tersebut, perusahaan sekuritas terkait turut menyertakan target harga untuk sejumlah saham pilihan. Target harga yang direkomendasikan untuk beli meliputi BRPT senilai Rp 2.630, PTRO sebesar Rp 6.300, BUVA pada angka Rp 1.250, dan DEWA senilai Rp 535.
Sinyal penguatan hari ini muncul setelah IHSG ditutup melemah sebesar 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858 pada hari Selasa. Kondisi tersebut diikuti aksi jual bersih oleh pemodal asing dengan nilai akumulasi mencapai Rp 931,91 miliar.
Aksi lego saham oleh investor asing paling banyak melanda tiga emiten utama di bursa. Saham ANTM mencatatkan net sell terbesar senilai Rp 217,76 miliar, disusul BMRI sebanyak Rp 181,74 miliar, dan CUAN senilai Rp 173,97 miliar.
Penurunan indeks dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang melampaui angka Rp 17.500 per dolar AS serta jatuhnya mayoritas sektor saham. Sektor industri merosot 3,20 persen, kesehatan turun 3,52 persen, consumer non primer terkoreksi 1,44 persen, infrastruktur melemah 1,49 persen, dan teknologi turun 0,61 persen.
Sebaliknya, pertumbuhan positif justru melanda saham pada sektor material dasar, transportasi, serta keuangan. Beberapa emiten bahkan berhasil mencatatkan kenaikan hingga terkena penolakan otomatis atas atau auto reject atas (ARA).
Saham CCSI melesat sebesar 25 persen menjadi Rp 300 dan ELPI mengalami kenaikan 24,90 persen ke posisi Rp 1.630. Sementara itu, saham NZI melonjak 30,82 persen menjadi Rp 191 dan KJEN menguat sebesar 24 persen ke level Rp 155 per lembar saham.