IHSG Merosot 1,23 Persen Menjelang Libur Idul Adha 1447 Hijriah

IHSG Merosot 1,23 Persen Menjelang Libur Idul Adha 1447 Hijriah
Foto: Ilustrasi IHSG Merosot 1,23 Persen Menjelang Libur Idul Adha 1447 Hijriah.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup merosot sebesar 1,23 persen ke level 6.130,19 pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung oleh para pelaku pasar menjelang libur panjang dan cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.

Koreksi indeks juga dialami oleh kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 yang merosot 10,81 poin atau 1,71 persen ke posisi 620,40. Pergerakan IHSG terpantau konsisten berada di zona merah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan. Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut melemah 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS.

Faktor eksternal dan aksi ambil untung dinilai menjadi penyebab utama pelemahan indeks saham domestik tersebut.

"Pemicu pelemahan indeks antara lain karena profit taking menjelang libur dan rebalancing MSCI," ujar Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Tekanan di pasar modal juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik global setelah serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran Selatan yang memicu kekhawatiran pasar. Sementara itu, komoditas minyak mentah dunia bergerak variatif dengan jenis Brent menguat 1,97 persen dan WTI melemah 4,97 persen.

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, sektor industri mencatat penurunan terdalam hingga 3,66 persen, diikuti sektor properti sebesar 2,30 persen, dan sektor barang konsumen non-primer sebesar 2,27 persen. Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya yang menguat tipis sebesar 0,28 persen.

Aktivitas perdagangan mencatat frekuensi sebanyak 1.964.477 kali transaksi dengan volume saham mencapai 24,88 miliar lembar, serta nilai transaksi Rp18,09 triliun. Sebanyak 241 saham mengalami kenaikan, 447 saham menurun, dan 133 saham stagnan. Saham top gainers meliputi MGNA, ARTA, NZIA, ELFI, dan AWAN, sedangkan top losers ditempati oleh MSIN, RISE, TALF, BHAT, dan ASPR.

Pergerakan indeks saham pada hari perdagangan berikutnya diperkirakan masih akan mengalami volatilitas.

"IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Jumat mendatang," pungkas Ratna Lim, Kepala Riset Phintraco Sekuritas.

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia selanjutnya akan kembali dibuka pada Jumat (29/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi