Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan signifikan sebesar 6,61 persen sepanjang pekan ini hingga berakhir di posisi 7.129,490 pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026). Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual bersih yang dilakukan investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, akumulasi jual bersih atau net foreign sell oleh pemodal mancanegara mencapai Rp2 triliun selama sepekan terakhir. Angka tersebut menambah panjang tren pelepasan aset oleh asing yang berlangsung sejak awal tahun.
Pihak otoritas bursa mengonfirmasi bahwa nilai jual bersih tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap stabilitas indeks dalam periode perdagangan kali ini.
"Adapun investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 2,002 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 42,809 triliun," kata P. H Sekretaris Perusahaan, Aulia Noviana Utami Putri, dalam keterangan dikutip Sabtu (25/4/2026).
Laporan bursa menunjukkan adanya dinamika yang kontras antara volume transaksi dan nilai transaksi harian. Rata-rata volume transaksi harian justru meningkat 4,44 persen menjadi 44,88 miliar lembar saham, sementara rata-rata frekuensi harian naik 1,09 persen menjadi 2,75 juta kali transaksi.
Namun, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan sebesar 3,67 persen dari Rp20,36 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp19,61 triliun. Kondisi ini menyebabkan kapitalisasi pasar BEI menyusut 6,59 persen hingga tersisa Rp12.736 triliun.
Sektor perbankan menjadi sasaran utama pelepasan saham oleh investor asing, terutama pada beberapa bank besar dengan nilai kapitalisasi jumbo.
| Nama Perusahaan | Net Foreign Sell | Perubahan Harga |
|---|---|---|
| PT Bank Central Asia (BBCA) | Rp2,1 triliun | -5,84% |
| PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BRMI) | Rp655,1 miliar | -2,81% |
| PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) | Rp447,3 miliar | -2,85% |
Data dari RTI Business merinci bahwa saham BBCA berakhir pada harga Rp6.050 per lembar saham. Sementara itu, saham emiten perbankan pelat merah seperti BRMI dan BBRI masing-masing ditutup melemah pada level harga Rp4.500 dan Rp3.070 per lembar saham.