IHSG Menguat ke Level 6.988 pada Perdagangan 4 Mei 2026

IHSG Menguat ke Level 6.988 pada Perdagangan 4 Mei 2026
Foto: Ilustrasi IHSG Menguat ke Level 6.988 pada Perdagangan 4 Mei 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif dengan menguat ke level 6.988 pada pembukaan perdagangan, Senin, 4 Mei 2026. Seperti dikutip dari Suara, indeks kemudian terus bergerak naik hingga menyentuh angka 7.017 atau meningkat sebesar 0,87 persen pada pukul 09.05 WIB.

Aktivitas pasar pada pagi tersebut melibatkan perdagangan sebanyak 13,83 miliar saham. Total nilai transaksi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 3,02 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.700 kali.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 389 saham mengalami kenaikan harga, sementara 211 saham terkoreksi. Di sisi lain, tercatat sebanyak 359 saham tidak menunjukkan perubahan posisi atau stagnan.

Beberapa emiten yang menempati daftar Top Gainers pada sesi tersebut meliputi AENAK, BCIP, HERO, MBTO, PNGO, dan ICON. Sebaliknya, jajaran Top Losers diisi oleh saham RONY, ELFI, YPAS, ULTJ, CINT, BOBA, TBIG, serta AADI.

Meskipun dibuka menguat, IHSG diprediksi masih akan bergerak terbatas dalam fase konsolidasi. Hal ini terjadi setelah pasar saham domestik mengalami tekanan yang cukup signifikan sepanjang pekan sebelumnya.

Riset dari BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa IHSG sebelumnya ditutup melemah tajam 2,03 persen di level 6.956,80. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi mingguan yang sudah menyentuh angka 5,71 persen.

Sentimen negatif utama dipicu oleh dominasi aksi jual investor asing dengan catatan net sell mencapai sekitar Rp8,91 triliun. Kondisi ini diperparah oleh nilai tukar rupiah yang melemah di rentang 17.300 hingga 17.350 per dolar AS.

Faktor global juga memberikan tekanan tambahan, terutama kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Di pasar global, Dow Jones Industrial Average melemah 0,31 persen, namun S&P 500 dan Nasdaq Composite terpantau menguat.

Potensi Pergerakan Teknis

Secara teknikal, pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang area support antara 6.920 hingga 7.000. Sementara itu, area resistance diproyeksikan berada pada kisaran level 7.160 sampai 7.230.

Pelaku pasar saat ini cenderung mengambil sikap wait and see karena minimnya katalis positif yang kuat. Perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, hingga angka pertumbuhan ekonomi.

Data-data ekonomi tersebut akan menjadi indikator kunci dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional. Selain itu, rilis data ini diharapkan mampu meredam tekanan terhadap rupiah sekaligus menjadi penentu arah gerak IHSG selanjutnya.

Beberapa saham yang mendapatkan rekomendasi dalam riset pasar kali ini antara lain ITMG, BNBR, dan AADI. Ketiga saham tersebut dinilai memiliki potensi yang cukup menarik bagi investor di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.

Artikel terkait

Rekomendasi