IHSG Bursa Efek Indonesia Melonjak ke Level 7675

IHSG Bursa Efek Indonesia Melonjak ke Level 7675
Foto: Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia Melonjak ke Level 7675.

Indeks harga saham gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup melesat 175,76 poin atau 2,34 persen menjadi 7.675 pada Selasa (14/4/2026). Dilansir dari Investortrust, rentang pergerakan indeks berada di angka 7.500-7.686 dengan nilai transaksi mencapai Rp 23,52 triliun.

Aktivitas penguatan indeks ini berjalan beriringan dengan menghijaunya pasar saham di kawasan Asia. Lonjakan tersebut juga mendapatkan dorongan kuat dari apresiasi harga saham-saham berkapitalisasi besar serta performa positif dari sejumlah grup konglomerasi besar di tanah air.

Grup konglomerasi yang menyokong pertumbuhan ini meliputi kelompok usaha milik Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro, Sinarmas, Bakrie, hingga Haji Isam. Selain itu, performa indeks juga selaras dengan penguatan signifikan pada beberapa sektor saham utama di bursa.

Sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 5,62 persen, diikuti oleh sektor industri yang naik 4,47 persen. Sektor energi juga menguat sebesar 3,68 persen, sektor material dasar naik 3,55 persen, sektor transportasi tumbuh 3,20 persen, dan sektor keuangan terangkat 1,23 persen. Sebaliknya, penurunan justru dialami oleh saham dari sektor konsumer primer sebesar 0,95 persen.

Lonjakan pesat ini turut memicu sejumlah saham menyentuh batas auto reject atas atau ARA. Saham RICY melesat 34,88 persen ke Rp 116, PPRE menguat 34,65 persen ke Rp 136, PURI meningkat 34,75 persen ke Rp 190, DEFI naik 34 persen ke Rp 67, dan MDIA menanjak 33,33 persen ke level Rp 72.

Kenaikan batas atas juga melanda saham MORA yang naik 25 persen ke Rp 5.725, saham WBSA menguat 24,82 persen ke Rp 352, SSTM meningkat 24,79 persen ke Rp 755, KONI naik 24,90 persen ke Rp 3.060, dan PPRE menguat 26,73 persen ke Rp 128. Sementara itu, BAPA naik 33,33 persen ke Rp 152 dan CSMI menguat 25,97 persen menjadi Rp 97.

Pada hari sebelumnya, IHSG telah ditutup menguat sebanyak 41,69 poin atau 0,56 persen menuju level 7.500. Momentum tersebut dibarengi dengan aksi investor asing yang membukukan pembelian bersih atau net buy dengan nilai total mencapai Rp 396,77 miliar.

Pembelian bersih oleh investor asing paling banyak menyasar saham-saham emiten milik Prajogo Pangestu, yakni PTRO senilai Rp 135,16 miliar, CUAN sejumlah Rp 131,97 miliar, serta BRPT yang mencapai Rp 61,19 miliar.

Saham emiten Prajogo Pangestu yang menjadi penopang utama antara lain BRPT yang melonjak 14,36 persen ke Rp 2.190, TPIA naik 6,58 persen ke Rp 6.475, CUAN terangkat 6,32 persen ke Rp 1.430, BREN menguat 4,74 persen ke Rp 6.075, PTRO bertambah 11,63 persen ke Rp 6.000, dan CDIA melaju 10,84 persen ke posisi Rp 1.125.

Artikel terkait

Rekomendasi