Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah sebesar 44,7 poin atau 0,59 persen ke level 7.549 pada akhir sesi I hari Selasa (20/4/2026). Penurunan indeks acuan ini dipicu oleh rontoknya harga saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) seperti BREN, DSSA, dan BBRI.
Kondisi pasar modal dalam negeri tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas pasar saham di Asia yang justru terpantau bergerak menguat pada penutupan hari ini, dilansir dari Investortrust. Tekanan utama terhadap indeks sektoral di tanah air datang dari kemerosotan saham-saham di sektor energi, infrastruktur, serta kesehatan.
Sebaliknya, penguatan yang cukup signifikan melanda saham-saham di sektor material dasar, konsumer primer, dan transportasi. Berdasarkan data perdagangan, saham BREN mengalami penurunan sebesar 7,20 persen menjadi Rp 6.125, sedangkan saham DSSA anjlok hingga 13,15 persen ke posisi Rp 2.840 per lembar saham.
Pelemahan IHSG juga diperberat oleh turunnya harga saham BBRI sebesar 4,94 persen setelah melewati periode masa cum dividen yang berakhir pada hari kemarin. Meski indeks keseluruhan memerah, beberapa saham tetap mencatatkan lonjakan harga yang tinggi hingga terkena penolakan otomatis batas atas atau auto reject atas (ARA).
Saham-saham yang mengalami ARA pada sesi pertama ini antara lain BOBA yang melesat 34,91 persen menjadi Rp 228 dan LCKM yang menguat 34,48 persen ke posisi Rp 156. Lonjakan signifikan hingga batas atas juga dialami oleh saham DEFI yang naik 24,55 persen menjadi Rp 274, WBSA naik 24,82 persen menjadi Rp 855, serta BABY yang terangkat 24,43 persen ke level Rp 326.
Selain saham-saham ARA tersebut, saham LAND terpantau melambung sebesar 29,17 persen menuju level Rp 93 per lembar saham meskipun tidak sampai menyentuh batas auto reject atas. Pergerakan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana IHSG juga ditutup anjlok sebanyak 39,89 poin atau 0,52 persen ke posisi 7.594.
Pada perdagangan kemarin, penurunan indeks tetap terjadi walaupun investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) dengan nilai mencapai Rp 380,73 miliar. Aliran modal asing masuk paling besar tercatat pada saham BREN senilai Rp 269,74 miar dan saham SSMS yang mencapai Rp 200,16 miliar.
Kemerosotan indeks pada hari sebelumnya sejalan dengan pelemahan menyeluruh di semua sektor saham, dengan koreksi terdalam terjadi pada sektor properti, konsumer primer, keuangan, kesehatan, energi, hingga sektor konsumer non primer. Pada hari kemarin, saham DEFI menguat 34,97 persen ke Rp 220, LCKM naik 34,88 persen ke Rp 116, MDIA naik 34,82 persen ke Rp 120, KICI melesat 34,38 persen ke Rp 258, VISI naik 25 persen ke Rp 925, dan BABY menguat 24,76 persen ke level Rp 262.