IHSG Anjlok 2 Persen Akibat Aksi Jual Masif Investor Asing

IHSG Anjlok 2 Persen Akibat Aksi Jual Masif Investor Asing
Foto: Ilustrasi IHSG Anjlok 2 Persen Akibat Aksi Jual Masif Investor Asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam sebesar 144,42 poin atau 2,03 persen hingga menyentuh level 6.956,804 pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026. Penurunan signifikan ini dipicu oleh besarnya volume penjualan aset oleh investor asing di pasar modal Indonesia.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai jual bersih investor asing mencapai Rp 1,49 triliun di seluruh pasar, sebagaimana dilansir dari Money. Tekanan jual paling kuat terjadi di pasar reguler dengan catatan net sell sebesar Rp 1,65 triliun, meski pasar tunai dan negosiasi masih membukukan net buy Rp 166,03 miliar.

Pelepasan aset oleh pihak asing berfokus pada sektor perbankan dengan kapitalisasi pasar besar, terutama pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat net sell Rp 691 miliar. Berikutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat penjualan bersih Rp 598,3 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 191,9 miliar.

Ketiga emiten perbankan raksasa tersebut kompak mengalami depresiasi harga pada perdagangan Kamis. Saham BBCA turun 2,09 persen ke harga Rp 5.850 per saham, sementara BBRI terkoreksi lebih dalam sebesar 2,61 persen menuju level Rp 2.990, dan BMRI melemah tipis 0,90 persen ke posisi Rp 4.390.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa emiten justru masih mencatatkan pembelian bersih oleh pemodal mancanegara. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memimpin dengan net buy Rp 107,8 miliar, diikuti PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 85,3 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp 78,2 miliar.

Pergerakan IHSG tercatat fluktuatif di zona merah sejak pembukaan pada level 7.103,26 hingga sempat merosot ke area terendah di 6.876,58. Aktivitas perdagangan hari ini melibatkan 48,19 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 21,88 triliun dari 2,66 juta kali frekuensi transaksi.

Kondisi pasar secara keseluruhan didominasi oleh tren negatif dengan 576 saham yang mengalami pelemahan harga. Sementara itu, tercatat hanya 133 saham yang berhasil menguat dan 105 saham lainnya bertahan pada posisi stagnan hingga akhir sesi perdagangan.

Artikel terkait

Rekomendasi