Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia langsung anjlok sebesar 94,96 poin atau tembus 1,38 persen ke level 6.763 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan tajam ini menyentuh level terendah baru indeks dalam kurun waktu setahun terakhir.
Kemerosotan indeks dipicu oleh aksi jual massal pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) yang keluar dari daftar MSCI Global Standard, sebagaimana dilansir dari Investortrust. Tekanan utama berasal dari saham TPIA yang langsung mengalami auto reject bawah pada awal perdagangan.
Selain TPIA, pelemahan juga didorong oleh koreksi saham-saham berkapitalisasi besar lain seperti DSSA, AMMN, BREN, CUAN, MORA, dan AALI. Mayoritas sektor saham ikut memerah dengan penurunan terdalam di sektor material dasar yang merosot lebih dari 3 persen.
Sektor lain seperti energi, infrastruktur, konsumer primer, konsumer non-primer, hingga keuangan turut terjerembab di zona merah. Di tengah pelemahan massal tersebut, hanya saham dari sektor transportasi yang mampu membukukan kenaikan harga.
Meski indeks komposit melemah dalam, beberapa saham tetap mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Saham KOPI melesat 24,56 persen ke Rp 284, ELPI naik 24,54 persen ke Rp 2.030, dan CCSI menguat 21,33 persen menjadi Rp 364.
Sehari sebelumnya, tekanan pada indeks juga sudah terjadi akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang melewati level Rp 17.500 per dolar AS. Pada perdagangan tersebut, IHSG ditutup melemah 46,72 poin atau 0,68 persen ke level 6.858.
Investor asing membukukan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 931,91 miliar pada perdagangan hari sebelumnya. Penjualan bersih terbesar melanda saham ANTM sebesar Rp 217,76 miliiar, BMRI mencapai Rp 181,74 miliar, dan CUAN senilai Rp 173,97 miliar.
Sektor industri turun 3,20 persen, sektor kesehatan melemah 3,52 persen, sektor konsumer non-primer susut 1,44 persen, sektor infrastruktur melemah 1,49 persen, serta teknologi turun 0,61 persen. Sebaliknya, penguatan justru terjadi pada sektor material dasar, transportasi, dan keuangan.
Dua emiten bahkan sukses mencatatkan kenaikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA) pada hari kemarin. Saham CCSI melesat 25 persen ke level Rp 300 dan ELPI terkerek naik 24,90 persen menjadi Rp 1.630 per lembar saham.
Lonjakan harga yang signifikan juga dialami oleh saham NZI yang meroket sebesar 30,82 persen menjadi Rp 191 meskipun tidak menyentuh batas ARA. Sementara itu, saham KJEN ikut menguat dengan kenaikan sebesar 24 persen ke posisi Rp 155.