IHSG Sesi I 30 Maret 2026 Turun ke 7.070 di Tengah Pelemahan Bursa Asia

IHSG Sesi I 30 Maret 2026 Turun ke 7.070 di Tengah Pelemahan Bursa Asia
Foto: Ilustrasi IHSG Sesi I 30 Maret 2026 Turun ke 7.070 di Tengah Pelemahan Bursa Asia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri sesi I pada Senin (30/3/2026) dengan posisi melemah. Berdasarkan data yang dikutip dari Investortrust, indeks terpantau turun 26,66 poin atau sekitar 0,38% menuju level 7.070.

Koreksi ini terjadi setelah indeks sempat mengalami tekanan hebat hingga anjlok lebih dari 120 poin ke posisi di bawah 7.000 selama perdagangan intraday. Kondisi tersebut dipicu oleh sentimen negatif dari jatuhnya mayoritas pasar saham di kawasan Asia.

Aktivitas perdagangan di bursa domestik mencatatkan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 7,51 triliun dengan rentang gerak indeks di kisaran 6.945 hingga 7.097. Penurunan ini didorong oleh melemahnya sebagian besar sektor saham, termasuk sektor keuangan, properti, material dasar, serta sektor konsumsi primer dan non-primer.

Walaupun indeks secara keseluruhan sedang tertekan, beberapa emiten justru mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Saham RGAS memimpin dengan lonjakan 30,59% ke harga Rp 111, disusul GSMF yang menguat 30% menjadi Rp 117.

Emiten lain yang turut menghijau adalah NZIA dengan kenaikan 19,59% ke posisi Rp 232, serta ZYRX yang tumbuh 16,55% ke level Rp 162. Selain itu, saham BAIK juga terpantau melesat 16% hingga menyentuh harga Rp 348.

Evaluasi Kinerja Pasar Sepekan Terakhir

Jika menilik kinerja pekan lalu, IHSG sebenarnya sudah mengalami penurunan tipis sebesar 9,78 poin atau 0,14% dan bertengger di level 7.097. Penurunan ini turut menyeret nilai kapitalisasi pasar (market cap) BEI yang merosot Rp 30 triliun menjadi Rp 12.516 triliun.

Statistik mingguan BEI menunjukkan indeks bergerak dalam rentang 7.097 hingga 7.323 sepanjang periode tersebut. IHSG sempat melambung lebih dari 1,8% pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang lebaran, namun momentum penguatan tersebut berbalik turun pada hari Kamis dan Jumat.

Faktor Penekan dan Kinerja Sektoral

Tekanan terhadap indeks pada pekan ini utamanya dipicu oleh kejatuhan sejumlah saham dengan kapitalisasi besar (big cap). Saham BBNI melorot 11,16%, EMAS turun 10,53%, BREN melemah 4,74%, BBRI terkoreksi 1,72%, dan DCII menyusut 4,16%.

Data Penurunan Sektoral dan Saham Big Cap
Indikator PasarPersentase Perubahan
Sektor Material Dasar-2,84%
Sektor Keuangan-0,50%
Sektor Teknologi-0,86%
Sektor Kesehatan-0,77%
Saham BBNI-11,16%
Saham EMAS-10,53%
Saham BREN-4,74%
Saham BBRI-1,72%
Saham DCII-4,16%

Dari sisi sektoral, kejatuhan indeks dipengaruhi oleh penurunan sektor material dasar sebesar 2,84%, keuangan 0,50%, teknologi 0,86%, serta kesehatan 0,77%. Di sisi lain, saham di sektor transportasi dan energi justru mencatatkan pertumbuhan paling pesat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Artikel terkait

Rekomendasi