IHSG 30 April 2026 Diprediksi Menguat ke Resistance 7.159

IHSG 30 April 2026 Diprediksi Menguat ke Resistance 7.159
Foto: Ilustrasi IHSG 30 April 2026 Diprediksi Menguat ke Resistance 7.159.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk perdagangan Kamis (30/4/2026) diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. Berdasarkan analisis teknikal, indeks saham diproyeksikan berada pada rentang support 7.033 dan resistance 7.159.

Riset pagi dari Reliance Sekuritas yang dilansir dari Investortrust menunjukkan bahwa indikator Stochastic telah membentuk pola golden cross pada area deep oversold. Meskipun posisi candle terakhir indeks berada di bawah MA5 dan MA20 dengan bentuk doji, potensi penguatan tetap terbuka.

Pergerakan pasar modal domestik hari ini juga tidak lepas dari pengaruh eksternal, terutama setelah mayoritas indeks di Wall Street ditutup melemah. Penurunan bursa AS dipicu oleh langkah Federal Reserve yang mempertahankan tingkat suku bunga sesuai proyeksi pasar, ditambah ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, sentimen pasar global cenderung tertahan karena pelaku pasar menantikan rilis laporan keuangan kuartalan dari empat perusahaan raksasa yang tergabung dalam kelompok Magnificent 7. Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak positif pagi ini dengan penguatan indeks Shanghai sebesar +0.71% dan Kospi sebesar +0.41%.

Menyikapi kondisi pasar tersebut, Reliance Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk sejumlah saham pilihan. Target harga yang ditetapkan meliputi ADRO pada level Rp 2.830, SRTG dengan target Rp 2.100, KPIG sebesar Rp 134, dan BKSL pada harga Rp 122.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 28,84 poin atau 0,41% ke level 7.101. Performa positif tersebut terjadi di tengah aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai nilai Rp 1,19 triliun.

Aksi lepas saham oleh investor asing paling banyak menyasar saham BMRI dengan nilai Rp 443,80 miliar. Penjualan bersih terbesar berikutnya melanda saham BBCA yang mencapai Rp 307,73 miliar, serta saham BBRI senilai Rp 69,54 miliar.

Sektor industri memimpin penguatan indeks kemarin dengan kenaikan sebesar 2,41%, diikuti sektor infrastruktur 1,48%, dan sektor teknologi 1,45%. Sektor keuangan juga naik 1,04%, consumer non primer 1,08%, energi 0,45%, properti 0,39%, serta transportasi sebesar 0,31%.

Lonjakan signifikan juga dibukukan oleh beberapa saham yang menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham INOV memimpin dengan kenaikan 34,68% ke harga Rp 167, disusul saham TOOL yang menguat 34,29% menjadi Rp 94, serta saham KONI yang melonjak 24,89% ke posisi Rp 2.960.

Artikel terkait

Rekomendasi