Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri mengidentifikasi 14 dari 17 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Muratara, Sumatera Selatan, hingga Jumat (15/5). Proses pengenalan identitas dilakukan menggunakan metode uji sampel DNA laboratorium forensik serta pencocokan data sekunder.
Keberhasilan identifikasi mayoritas jenazah tersebut dipastikan oleh pihak kepolisian di Palembang. Sebagaimana dilansir dari Media Indonesia, identitas para korban terungkap setelah melalui serangkaian prosedur medis formal oleh tim ahli.
Wakapolda Sumsel, Brigadir Jenderal Rony Samtana, memberikan keterangan resmi mengenai status terkini para korban yang telah dievakuasi tersebut.
"Dari 17 jenazah korban kecelakaan bus ALS, sebanyak 14 jenazah yang telah berhasil teridentifikasi," ujar Rony saat konferensi pers di Palembang.
Kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap tiga jenazah lain yang identitasnya belum diketahui secara pasti. Upaya medis terus dilakukan untuk melengkapi seluruh data korban meninggal dunia dalam insiden tragis ini.
"Sampai saat ini kami masih mengerjakan lagi tiga jenazah yang belum teridentifikasi," tambah Rony.
Data korban yang telah teridentifikasi meliputi warga dari berbagai jenis kelamin dan usia, termasuk hubungan kekeluargaan di antara mereka. Berikut adalah daftar lengkap korban yang telah dikenali oleh tim forensik:
| No | Nama Korban | Keterangan |
|---|---|---|
| 1 | Aldy Sulistiawan | Laki-laki |
| 2 | Syamsiah Bachri | Perempuan |
| 3 | Zulpan Efendi | Laki-laki |
| 4 | Agustina Maharani | Istri Aldy Sulistiawan |
| 5 | Martoni | Laki-laki |
| 6 | Aryanto | Laki-laki |
| 7 | Klinton Wardana Marbun | Laki-laki |
| 8 | Bahrul Ulum | Laki-laki |
| 9 | Syafruddin Nasution | Laki-laki |
| 10 | Alif Supriyatin | Laki-laki |
| 11 | Budiyanto | Laki-laki |
| 12 | Abella Zea Septiana | Anak Aldy Sulistiawan |
| 13 | Zulkifli | Laki-laki |
| 14 | Sukono | Laki-laki |
Wakapolda Sumsel telah menyerahkan seluruh jenazah yang teridentifikasi kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Penyerahan dilakukan secara resmi agar pihak keluarga dapat segera melanjutkan proses pemakaman terhadap para korban kecelakaan tersebut.