Penguatan sistem perlindungan digital bagi pelaku bisnis dan industri strategis kini semakin mendesak di tengah meningkatnya ancaman serangan siber berskala besar. Dikutip dari Media Indonesia, IDCloudHost memperluas kerja sama internasional dengan StormWall untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kapabilitas layanan Anti-DDoS sekaligus menjaga stabilitas infrastruktur digital pelanggan. Langkah strategis tersebut dijalankan melalui Cloud Host Pte Ltd, entitas bisnis internasional IDCloudHost.
Kemitraan ini menghadirkan integrasi langsung ke infrastruktur keamanan global milik StormWall yang didukung jaringan scrubbing center di berbagai belahan dunia. Dukungan tersebut membuat proses mitigasi serangan siber dapat berjalan lebih awal sebelum trafik berbahaya mencapai server pelanggan.
Melalui metode ini, risiko downtime dapat ditekan dan performa layanan tetap terjaga dengan optimal. Seiring melonjaknya kebutuhan proteksi, IDCloudHost juga meningkatkan kapasitas proteksi regional hingga 1 Tbps atau 1.000 Gbps.
Kapasitas besar tersebut disebarkan pada node scrubber yang berlokasi di Singapura, Hong Kong, dan Jakarta. Distribusi ini dilakukan demi memastikan proses filtering trafik tetap berjalan cepat serta stabil saat menghadapi lonjakan trafik berskala besar.
Chief Technology Officer IDCloudHost, Faisal Reza, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan keamanan infrastruktur digital di tengah semakin kompleksnya ancaman siber.
"Serangan DDoS semakin kompleks dan masif. Oleh karena itu, kolaborasi antara IDCloudHost dengan StormWall fokus menghadirkan proteksi dengan kapasitas besar dan respon real-time. Tujuannya agar pelanggan tetap dapat menjalankan bisnisnya aman dan lancar tanpa gangguan," ucap Faisal dikutip dari siaran pers yang diterima, Jumat (22/5).
Layanan Anti-DDoS yang dikembangkan ini mengusung tiga pilar perlindungan utama, yaitu pada level website, server, dan jaringan. Pada tingkat website, sistem menyaring trafik secara efisien untuk mengurangi beban server sehingga kecepatan akses tetap optimal saat terjadi lonjakan serangan.
Sementara pada level server, proteksi mencakup layanan TCP dan UDP tanpa ada batasan port maupun volume trafik serangan. Proses filtering diterapkan pada layer 3 hingga layer 5 model OSI agar server tetap beroperasi stabil dalam kondisi trafik tinggi.
Di sisi jaringan, sistem memantau dan menganalisis trafik secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Layanan ini turut dilengkapi proteksi DNS, notifikasi otomatis, serta dukungan API agar pelanggan dapat memantau kondisi jaringan secara menyeluruh.
"Fokus kami adalah menghadirkan solusi yang siap digunakan dan memberikan dampak nyata bagi bisnis. Dengan kapasitas hingga 1 Tbps di regional dan dukungan teknologi global hingga lebih dari 5 Tbps, pelanggan tidak perlu lagi khawatir terhadap gangguan akibat serangan DDoS," tambah Faisal.
Layanan Anti-DDoS ini dirancang untuk menyasar berbagai sektor yang memiliki potensi trafik tinggi. Beberapa di antaranya meliputi industri perbankan, penyedia layanan internet (ISP), sektor pendidikan, hingga instansi pemerintahan.