Honda SH350i 2026 Meluncur Pakai Mesin eSP+ 330cc Berstandar Eropa

Honda SH350i 2026 Meluncur Pakai Mesin eSP+ 330cc Berstandar Eropa
Foto: Ilustrasi Honda SH350i 2026 Meluncur Pakai Mesin eSP+ 330cc Berstandar Eropa.

Pasar skuter premium kembali memanas dengan hadirnya versi terbaru dari Honda SH350i 2026 seperti dilansir dari Suara. Model yang diimpor utuh dari Italia ini menempatkan dirinya di kasta tertinggi keluarga SH.

Kendaraan roda dua ini menawarkan status kelas atas yang dipadukan dengan standar engineering Eropa. Spesifikasi teknis yang dibawa bahkan membuat skutik kelas 150cc terasa tertinggal jauh.

Honda SH350i 2026 dibekali mesin eSP+ 330cc, silinder tunggal, 4-katup, dan berpendingin cairan yang telah memenuhi standar emisi Euro 5+. Jantung pacu tersebut memuntahkan tenaga maksimal hingga 28,8 bhp pada 7.500 rpm dan torsi puncak 31,8 Nm pada 5.250 rpm.

Angka performa ini membuatnya sangat mumpuni untuk perjalanan jarak jauh berkecepatan tinggi. Torsi yang padat membuat akselerasi awal dan manuver menyalip di jalur cepat jauh lebih meyakinkan dibanding skuter biasa.

Sistem injeksi PGM-FI membuat karakter tenaga mesin eSP+ ini tidak agresif seperti motor sport. Mesin ini menghasilkan penyaluran tenaga yang sangat halus dan kuat untuk kenyamanan berkendara jangka panjang.

Fitur Keselamatan Superior

Tenaga yang besar menuntut sistem keselamatan maksimal saat melibas permukaan jalan yang menantang. Sistem Honda Selectable Torque Control atau HSTC secara otomatis bekerja meminimalisir gejala ban belakang selip di atas aspal licin.

Motor premium ini juga dilengkapi sistem pengereman ABS 2-Channel yang terintegrasi dengan rem cakram depan dan belakang. Fitur Emergency Stop Signal atau ESS akan menyalakan lampu hazard secara otomatis saat pengendara melakukan pengereman mendadak yang keras.

Desain Roda Besar Khas Eropa

Honda SH350i 2026 mempertahankan identitas skuter Eropa dengan lekukan bodi elegan dan postur tinggi yang lega. Ciri khas mekanis terpentingnya terletak pada penggunaan velg berdiameter besar.

Ukuran roda ini memberikan kestabilan dan rasa percaya diri ekstra saat berkendara. Komponen tersebut membantu pengendara ketika harus menghadapi berbagai variasi permukaan jalanan kota yang tidak selalu rata.

Kemewahan matik ini ditunjang dengan sistem Smart Key dan layar LCD digital yang mendukung konektivitas Bluetooth melalui aplikasi smartphone. Tersedia juga port pengisian daya USB-C untuk kebutuhan navigasi harian.

Kombinasi status CBU Eropa, kubikasi mesin, biaya impor, dan fitur mutakhir membuat harganya jauh lebih mahal dibandingkan skuter komuter biasa. Hingga saat ini masih belum ada kabar apakah model ini akan dipasarkan di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi