PT Hoi Fu Paper Packaging resmi memulai pembangunan pabrik kemasan kertas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5). Dilansir dari Detik Finance, proyek asal China ini menanamkan investasi sebesar Rp1,12 triliun yang diproyeksikan menyerap 1.000 tenaga kerja.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa mayoritas pekerja, yakni sekitar 95 persen, akan diambil dari tenaga kerja lokal. Rekrutmen ini direncanakan berlangsung dalam tiga tahap, mulai dari 300, 500, hingga 200 orang.
"Kehadiran industri ini juga berpotensi membuka perluasan kesempatan kerja tidak langsung, terutama pada sektor pendukung seperti logistik dan UMKM," kata Susiwijono dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Susiwijono menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memacu percepatan realisasi investasi demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan terciptanya efisiensi ekonomi dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
"Di tengah konflik dan dinamika global yang semakin kompleks, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk tidak hanya mendukung, tetapi juga aktif mengawasi dan mengawal investasi guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
Pemerintah juga berkomitmen memberikan respons cepat terhadap kendala lapangan, termasuk masalah strategis dan pasokan bahan baku melalui forum koordinasi percepatan investasi.
"Kabupaten Kendal memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekonomi dengan dukungan KEK Kendal yang terus mendorong masuknya investasi. Kami berharap kehadiran PT Hoi Fu Paper Packaging dapat memperkuat ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat," ucap Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari.
Data realisasi hingga triwulan I-2026 menunjukkan akumulasi investasi di KEK Kendal telah menyentuh angka Rp101,93 triliun. Capaian tersebut telah memberikan dampak signifikan bagi penyerapan tenaga kerja yang kini mencapai 117.941 orang.
Aktivitas ekonomi di kawasan tersebut memicu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal sebesar 9 persen secara tahunan. Sektor ini juga menyumbang sekitar 24,33 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah setempat.
Susiwijono, yang menjabat Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, menambahkan bahwa indeks ICOR Kendal sebesar 3,92 menunjukkan investasi yang masuk sangat efisien dalam menghasilkan output ekonomi.
"Rencana ekspansi 1.000 hektare dilakukan karena utilisasi lahan KEK Kendal sudah hampir mencapai 100%. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus mendorong pemberian insentif bagi pelaku usaha yang berminat berinvestasi di KEK," ujarnya.