Hipertensi Tidak Terkontrol Picu Gagal Ginjal Stadium Akhir di Bekasi

Hipertensi Tidak Terkontrol Picu Gagal Ginjal Stadium Akhir di Bekasi
Foto: Ilustrasi Hipertensi Tidak Terkontrol Picu Gagal Ginjal Stadium Akhir di Bekasi.

Seorang wanita berusia 31 tahun di Bekasi didiagnosis menderita gagal ginjal stadium 5 akibat kondisi hipertensi yang tidak terkontrol secara medis. Kasus ini menjadi sorotan karena pasien sempat mengabaikan gejala awal berupa sakit kepala dan pembengkakan pada area wajah.

Kondisi penurunan fungsi organ tersebut baru disadari pasien bernama Sema Chintya setelah muncul banyak tanda lebam di tubuhnya pada tahun 2024. Dilansir dari Detik Health, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tekanan darah pasien melonjak sangat tinggi hingga mencapai angka 193/129.

Sema menjelaskan bahwa gejala tekanan darah tinggi tersebut sebenarnya sudah terdeteksi sejak beberapa tahun sebelumnya saat masa kehamilan. Namun, ia tidak menjalani pengobatan rutin untuk mengontrol tekanan darahnya.

"Rasanya itu kepalaku sakit banget. Aku memang ketahuan hipertensi di usia 25 pas lagi hamil, tapi memang aku tuh nggak pernah minum obat," cerita Sema, salah seorang penderita gagal ginjal.

Setelah didiagnosis, pasien baru mengetahui bahwa hipertensi menjadi penyebab utama kerusakan organ penyaring darah tersebut. Beberapa bulan sebelumnya, gejala fisik berupa edema atau penumpukan cairan sempat muncul pada wajah dan kantung mata namun dikira sebagai kelelahan biasa.

"Ternyata kata dokter penyakit dalam, muka aku khas orang kena ginjal, yaitu edema atau penumpukan cairan di wajah," ujarnya.

Sebelum mendapat vonis stadium akhir, pasien juga sempat melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap sekitar dua tahun lalu. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan fungsi ginjalnya sudah menurun hingga tersisa 47 persen.

"Kebiasaan yang menurut aku dampaknya nyata banget ke tubuh itu menghiraukan sakit kepala, overthinking, dan stres," katanya.

Berdasarkan data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), tekanan darah tinggi dapat merusak dan menyempitkan pembuluh darah ginjal. Hal ini mengurangi aliran darah dan mengganggu kemampuan ginjal menyaring limbah tubuh, sehingga menciptakan lingkaran berbahaya yang memperparah hipertensi.

Artikel terkait

Rekomendasi