Harga Hotel Toronto Tetap Mahal Meski FIFA Batalkan Ribuan Reservasi

Harga Hotel Toronto Tetap Mahal Meski FIFA Batalkan Ribuan Reservasi
Foto: Ilustrasi Harga Hotel Toronto Tetap Mahal Meski FIFA Batalkan Ribuan Reservasi.

Asa suporter untuk mendapatkan akomodasi terjangkau di Toronto, Kanada, menjelang Piala Dunia 2026 terancam kandas. Meskipun FIFA telah membatalkan sebagian reservasi kamar, harga hotel di kota tersebut terpantau tetap tinggi.

Dilansir dari Detik Travel, FIFA sebelumnya melakukan pemesanan besar-besaran untuk kebutuhan pemain, ofisial, sponsor, serta tamu undangan. Langkah ini sempat menyebabkan ketersediaan kamar bagi masyarakat umum terkunci dan sangat terbatas.

Kini, sejumlah kamar yang sebelumnya diblokir telah dilepaskan kembali ke pasar. Secara teori, tambahan pasokan ini seharusnya bisa menekan lonjakan harga, namun kenyataan di lapangan justru menunjukkan tren yang berbeda.

Lonjakan permintaan dari para pendukung tim nasional dan wisatawan mancanegara menjadi alasan utama tarif menginap tidak kunjung turun. Hotel-hotel di Toronto tetap mempertahankan harga tinggi karena antusiasme penonton yang ingin menyaksikan turnamen secara langsung.

Hingga saat ini, belum ada data pasti mengenai jumlah total kamar yang dilepas oleh otoritas sepak bola dunia tersebut di Toronto. Sara Anghel, Presiden Greater Toronto Hotel Association, mengungkapkan bahwa kondisi ini bukan hanya terjadi di satu titik.

"Ini memang bukan situasi ideal dan terjadi di banyak kota penyelenggara FIFA," kata Sara.

Fenomena serupa sempat tercatat di Vancouver, di mana FIFA dilaporkan membatalkan sekitar 15 ribu reservasi hotel untuk periode 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Penyesuaian ini diklaim sebagai bentuk normalisasi kebutuhan akomodasi mendekati jadwal turnamen.

Analisis Pakar dan Strategi Suporter

Profesor dari Toronto Metropolitan University, Wayne Smith, menjelaskan bahwa pembatalan reservasi dalam jumlah besar adalah prosedur standar dalam ajang internasional. Penyelenggara biasanya mengamankan slot lebih awal dan melakukan penyesuaian saat jadwal sudah semakin dekat.

Namun, Smith memperingatkan bahwa pergerakan harga saat ini masih sulit untuk diprediksi secara akurat. Kondisi ini sangat bergantung pada klasifikasi hotel, lokasi, serta seberapa masif permintaan yang masuk.

"Anda mungkin harus memesan cepat atau menunggu sampai menit terakhir. Tapi kalau terlalu lama, risikonya harga bisa jauh lebih mahal," kata Wayne Smith.

Situasi ini memaksa sebagian pendukung untuk memutar otak demi menghemat biaya perjalanan. Pentolan kelompok suporter The Voyageurs, Rob Notenboom, mengaku lebih memilih menyewa properti melalui Airbnb karena tarif hotel yang dianggap sudah di luar nalar.

"Kalau semuanya dijumlahkan, dari tiket sampai hotel, jadi sulit dijangkau," kata Rob.

Beban finansial bagi suporter memang terasa berat karena harus mengakomodasi biaya tiket pertandingan dan transportasi sekaligus. Saat ini, angka permintaan hotel di Toronto tercatat meningkat sekitar 28 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain Piala Dunia, Toronto juga akan dipadati agenda besar lainnya pada bulan Juni, termasuk parade Pride dan jadwal pertandingan bisbol Toronto Blue Jays. Hingga kini, pihak Pemerintah Kota Toronto maupun FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait detail pelepasan sisa kamar hotel tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi