Harga emas batangan di PT Pegadaian (Persero) mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut pada Minggu (24/5/2026) pukul 06.07 WIB. Koreksi ini membuat nilai investasi logam mulia untuk jenama Antam maupun UBS menjadi lebih rendah dibandingkan dengan pertengahan pekan lalu.
Berdasarkan data resmi dari platform sahabat.pegadaian.co.id, pergerakan nilai komoditas ini menyasar seluruh ukuran pecahan yang tersedia di pasar domestik. Penurunan yang terjadi secara simultan dalam kurun waktu 48 jam terakhir memberikan dinamika baru bagi para pelaku pasar logam mulia.
Informasi ini bukan saran investasi. Komoditas emas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu di pasaran. Konsultasikan dengan penasihat keuangan atau pantau informasi resmi sebelum melakukan transaksi jual beli.
Rincian Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini
Penurunan harga ini terjadi secara serempak di seluruh outlet Pegadaian di Indonesia. Untuk pecahan dasar satu gram, emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kini berada di bawah level Rp2,9 juta, diikuti oleh penurunan pada produk UBS.
Laporan dari koran-jakarta.com menyebutkan bahwa koreksi berturut-turut ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar serta kondisi pasar modal global. Meskipun mengalami pelemahan defensif, minat masyarakat terhadap kepemilikan aset aman atau safe haven terpantau masih cukup stabil di beberapa daerah.
Berikut adalah tabel rincian harga jual emas batangan di Pegadaian untuk pecahan 1 gram pada hari ini:
| Jenis Emas Batangan | Harga per Gram (Rupiah) |
|---|---|
| Emas Antam | 2.871.000 |
| Emas UBS | 2.815.000 |
Data di atas menunjukkan selisih harga yang cukup kompetitif antara kedua jenama besar tersebut. Emas UBS mempertahankan posisi harga yang lebih ekonomis dibandingkan dengan emas Antam untuk ukuran berat yang sama.
Dampak Terhadap Aktivitas Transaksi Masyarakat
Menurut laporan dari jateng.antaranews.com, penurunan harga yang terjadi dalam dua hari terakhir ini memicu perubahan perilaku dari para investor ritel. Sebagian masyarakat memanfaatkan momentum penurunan untuk melakukan akumulasi aset atau membeli kembali emas dalam jumlah kecil.
Pola transaksi di berbagai gerai daerah menunjukkan kecenderungan pembelian yang lebih dominan daripada penjualan kembali atau buyback. Kondisi ini lumrah terjadi ketika instrumen investasi jangka panjang sedang mengalami koreksi harga di pasar ritel.
Informasi berkala mengenai perubahan nilai tukar komoditas ini dapat diakses secara langsung melalui aplikasi digital resmi milik perusahaan. Beberapa hal yang melatarbelakangi fluktuasi harian ini meliputi:
- Pergerakan harga emas dunia di pasar spot internasional.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
- Tingkat permintaan dan penawaran fisik di agen resmi domestik.
Pihak manajemen outlet di berbagai wilayah mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi secara berkala. Hal ini dikarenakan perubahan harga acuan dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti pembaruan data pusat yang dirilis setiap pagi hari.